7 Rekomendasi Film Horor Indie Menyeramkan Pascaira Iron Lung
Sumber Foto: IDN Times
Hiburan

7 Rekomendasi Film Horor Indie Menyeramkan Pascaira Iron Lung

1. The Wailing (2024)

​​Di luar kemiripan judulnya dengan film horor Korea populer tahun 2016, The Wailing menghadirkan aura klaustrofobik yang sama mencekamnya dengan Iron Lung, tapi dengan balutan isu seputar feminisme. Film horor indie kolaborasi Spanyol dan Argentina ini mengikuti tiga perempuan dari era berbeda yang terikat oleh satu entitas tak kasatmata. Menariknya, sosok tersebut bukanlah hantu biasa, melainkan kutukan turun-temurun yang hanya bisa tertangkap lewat lensa kamera atau siaran live streaming.

2. Scurry (2024)

Film horor indie asal Australia satu ini mengusung genre horor fiksi ilmiah serupa Iron Lung yang dijamin bakal memacu adrenalinmu. Scurry mengisahkan Mark (Jamie Costa) dan Sarah (Emalia), dua orang asing yang terpaksa bekerja sama demi bertahan hidup di bawah tanah setelah bencana misterius melanda kota mereka. Awalnya tampak seperti kisah survival pada umumnya, semua berubah saat makhluk mengerikan hasil hibrida laba-laba dan kepiting muncul dan mengejar mereka di kegelapan!

3. Helloween (2025)

Alih-alih meniru waralaba legendaris Halloween, film horor indie ini tampil beda dengan mengambil inspirasi dari fenomena nyata " killer clown" tahun 2016 di Inggris. Helloween mengikuti upaya seorang psikiater bernama Dr. Ellen Marks (Jeanine Nerissa Sothcot) dalam menghentikan wabah badut pembunuh yang dipicu oleh Carl Cane (Ronan Summers), pasiennya yang seorang serial killer. Konflik pun memuncak saat malam Halloween, di mana Cane kabur dan memburu keluarga Dr. Marks tanpa ampun.

4. Best Wishes to All (2023)

Gak cuma Barat, Jepang pun punya deretan film horor indie dengan cerita anti-mainstream, salah satunya adalah Best Wishes to All. Film yang diproduseri oleh kreator Ju-On, Takashi Shimizu, ini bermula ketika seorang mahasiswi keperawatan yang gak disebutkan namanya (Kotone Furukawa) mengunjungi kakek dan neneknya di pedesaan. Nahas, niat untuk mengobati rindu sekaligus melepas penat itu mendadak buyar saat aura bahagia yang sangat disturbing terpancar dari wajah kakek dan neneknya.

5. Birthrite (2025)

Buat penyuka atmosfer slow burn seperti yang diusung Iron Lung, Birthrite juga siap jadi suguhan yang bikin bulu kudukmu berdiri berikutnya. Film ini mengikuti pasangan lesbian, Wren (Alice Kremelberg) dan Maya (Juani Feliz), yang pindah ke rumah warisan mendiang tante Wren di sebuah pedesaan terpencil yang tampak tenang. Bukannya memulai hidup baru dengan damai, mereka justru terseret ke dalam kutukan kuno yang mengincar bayi dalam kandungan Wren. Apa yang sebenarnya terjadi?

6. Traumatika (2024)

Selanjutnya, ada Traumatika yang mengemas isu berat tentang siklus trauma dan kekerasan anak lewat kisah kesurupan iblis yang mencekam. Tokoh utamanya adalah bocah laki-laki bernama Mikey, yang night terror -nya berubah jadi nyata saat sang ibu, Abigail (Rebekah Kennedy), mulai menunjukkan tanda-tanda kerasukan. Alur ceritanya pun kemudian melompat ke berbagai lini masa, mulai dari tahun 1901 hingga 2003, untuk mengungkap asal-usul iblis bernama Volpaazu yang menjadi akar masalahnya.

7. The Occupant (2025)

Terakhir, tapi gak kalah direkomendasikan untuk ditonton setelah Iron Lung, yakni The Occupant. Punya kemiripan karena sama-sama mengeksplorasi tema isolasi ekstrem, ceritanya mengikuti perjuangan seorang ahli geologi bernama Abby (Ella Balinska) yang terdampar di pegunungan terpencil setelah helikopternya jatuh secara misterius. Seakan belum cukup deritanya, kewarasan Abby pun turut diuji ketika suara pria asing tiba-tiba muncul dari walkie-talkie -nya. Dari sini, siap-siap dibuat terpaku di kursi!

Di balik minimnya bujet, tujuh film horor indie ini buktikan kalau kreativitas dan keberanian bereksperimen bisa melahirkan teror yang jauh lebih nempel di kepala ketimbang horor arus utama. Kalau kamu masih terngiang sesaknya atmosfer Iron Lung