Rencana Pendirian Sekolah Kopi Nusantara Diumumkan oleh Bappenas
Fakta Baru - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengumumkan rencana pendirian Sekolah Kopi Nusantara untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan dan Sumber Daya Manusia (SDM) kopi di Indonesia.
Awal Kejadian
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam pertemuan terbatas yang diadakan di Wisma Widya Chandra, Jakarta, dengan melibatkan para pegiat Diplomasi Kopi, Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), dan Kementerian Pertanian. Pertemuan ini diadakan untuk menanggapi penurunan produksi kopi nasional meskipun harga kopi dunia mengalami kenaikan.
Perkembangan
Pada kesempatan itu, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya mengembalikan kejayaan kopi Indonesia yang pernah meraih gelar juara dunia. Rapat tersebut juga membahas masukan dari Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, yang mengusulkan perlunya replantasi besar-besaran dan pemetaan lahan berbasis AI untuk mendukung kopi Indonesia. Selain itu, Dubes Djumantoro Purbo menyoroti peran kopi sebagai instrumen diplomasi kebudayaan, sementara A. Syafrudin dari Dekopi mengingatkan tantangan yang dihadapi di sektor hulu, termasuk tanaman tua dan dampak iklim.
Kondisi Terakhir
Sekolah Kopi Nusantara akan berfungsi sebagai pusat penguatan SDM dari hulu ke hilir, dengan kurikulum mencakup penanaman, pengolahan, dan pelatihan barista berstandar internasional. Pertemuan diakhiri dengan komitmen untuk melakukan koordinasi rutin antara Bappenas, Kemlu, Kementan, Kemdag, dan Dekopi. Selain itu, 18 Juli 2026 ditetapkan sebagai 'Hari Kebangkitan Kopi Nasional'.




