AESI Siapkan Analisis Dampak Tarif CVD AS pada Industri Panel Surya Nasional
Fakta Baru - Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Energi Surya (AESI) menilai bea masuk antisubsidi atau countervailing duties (CVD) yang dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap panel surya Indonesia hingga 143,3% bakal berdampak besar terhdap daya saing industri energi nasional, terutama pabrikan panel surya.
Dalam kaitan itu, Ketua AESI Mada Ayu Habsari menyatakan tengah mengkaji secara mendalam dampak keputusan tersebut dan akan segera memberikan hasil analisis tersebut ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Tentunya keputusan CVD oleh Amerika Serikat akan berdampak besar terhadap daya saing industri energi surya nasional, terutama untuk pabrikan exporters of finished goods di Indonesia yang mengekspor komponen modul panel surya ke AS dan dikaitkan dengan besarnya potensi Pasar Ekspor Solar PV Indonesia ke AS,” kata Mada ketika dihubungi, dikutip Senin (2/3/2026).
Bagaimanapun, kata Mada, AESI menghargai upaya Indonesia yang mengutamakan hubungan saling menguntungan dengan AS.
Akan tetapi, AESI berharap pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan instansi lainnya dapat membersamai industri panel surya untuk mencari solusi dalam menghadapi dampak dari pengenaan tarif antisubsidi tersebut.
Baca Juga
ESDM Upayakan Panel Surya Asli RI Bebas dari Tarif Antisubsidi AS
AS Kenakan Tarif Antisubsidi hingga 143% terhadap Panel Surya RI
Produksi Energi Terbarukan Capai Rekor Baru Meski Diserang Trump




