Anies Baswedan Sarankan Indonesia Tinggalkan Board of Peace Usai Serangan ke Iran
Sumber Foto: KBA News
Lifestyle

Anies Baswedan Sarankan Indonesia Tinggalkan Board of Peace Usai Serangan ke Iran

Fakta Baru - Tokoh nasional Anies Baswedan bersama masyarakat. (foto ist)

Sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok, Indonesia mewarisi reputasi sebagai suara dunia ke-3 yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional. #kbanews

JAKARTA | KBA – Tokoh inspirasi Anies Rasyid Baswedan menyatakan pendapatnya soal sikap Indonesia di panggung global. Sikap ini diambil Gubernur Jakarta periode 2017-2022 itu lantaran Indonesia lahir dari penolakan terhadap penjajah.

“Di pembukaan UUD 1945, kita berjanji untuk ikut menciptakan ketertiban dunia, berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Anies dikutip KBA News dari kanal Facebook pribadinya, Kamis, 5 Maret 2026.

Berita Lainnya

Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Bigmatch Brasil vs Jepang di Houston

Anies Baswedan Sentil Pendekatan Politik: Beri Makan Siang Bikin Bahagia, Tapi Tak Selesaikan Kemiskinan

Sentil Fenomena ‘Ordal’, Anies Baswedan Ungkap Alasan Diaspora Berprestasi Ogah Pulang ke Indonesia

Jejak Kematian Sel

Sudah Empat Nyawa, Jangan Berhenti di Kata “Evaluasi”

Menurut dia, sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok, Indonesia mewarisi reputasi sebagai suara dunia ke-3 yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional.

“Karena itu, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbulkan satu pertanyaan yang mengganggu. Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil?” ungkap Mendikbud RI periode 2014-2016 ini.

Lanjut Anies, atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam? Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian. Namun, ketuanya, Presiden Donald Trump justru baru saja memerintahkan serangan ke Iran bersama Israel.

“Tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata. Dan di tengah negosiasi yang justru menunjukkan kemajuan dan dengan level korban kepala negara. Bagaimana mungkin Dewan Perdamaian itu tetap bisa berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia,” terang Anies.

Dikatakan, bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja. Bebas aktif adalah kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita. “Yaitu, membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan. Bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya,” papar Anies.

Maka, lanjut dia, kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace. Dan menyatakan dengan tegas : “Maaf, Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri,” kata Anies.

Keluar dari Board of Peace, bukan tindakan antiperdamaian. Itu adalah cara kita menunjukkan bebas aktif. Bukan soal mendekat ke pusat-pusat kekuasaan. “Tapi, soal kesetiaan pada nurani bangsa. Apakah kita rela menukar warisan The Spirit of Bandung dengan simbol keikutsertaan di sebuah dewan perdamaian yang bahkan tak sanggup menyandang namanya sendiri. Kita perlu pikirkan secara serius!” pungkas Anies. (kba)

Tags: Amerika Serikat Anies Anies Baswedan Board of Peace Iran Israel Jakarta perang perdamaian

Send Share Tweet

KBA News

Pilihan Redaksi

Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Bigmatch Brasil vs Jepang di Houston

27 Juni 2026

Hot News

Anies Baswedan Sentil Pendekatan Politik: Beri Makan Siang Bikin Bahagia, Tapi Tak Selesaikan Kemiskinan

27 Juni 2026

Hot News

Sentil Fenomena ‘Ordal’, Anies Baswedan Ungkap Alasan Diaspora Berprestasi Ogah Pulang ke Indonesia

27 Juni 2026

Pilihan Redaksi

Jejak Kematian Sel

27 Juni 2026

Pilihan Redaksi

Sudah Empat Nyawa, Jangan Berhenti di Kata “Evaluasi”

27 Juni 2026

Pilihan Redaksi

Ketika Kritik Dianggap Konspirasi: Catatan atas Tulisan Agus M. Maksum

27 Juni 2026