Bank Bukopin Dapatkan Dana Segar Rp 838 Miliar, Fokus pada UMKM Meski Dikuasai Kookmin Bank
Sumber Foto: Kumparan
Fakta Segar

Bank Bukopin Dapatkan Dana Segar Rp 838 Miliar, Fokus pada UMKM Meski Dikuasai Kookmin Bank

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) telah mengalami perubahan signifikan dalam kepemilikan sahamnya, dengan bergabungnya Kookmin Bank, bank asal Korea Selatan, sebagai pemegang saham pengendali baru. Kookmin Bank kini memiliki 32 persen saham Bank Bukopin setelah penerbitan 4,66 miliar saham baru yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kookmin Resmi Jadi Pemegang Saham Terbesar

Status Kookmin sebagai pemegang saham terbesar Bank Bukopin resmi setelah emiten berkode BBKP menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan modal perusahaan yang mengalami penurunan dalam setahun terakhir.

Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama Bank Bukopin, menjelaskan bahwa menurut asumsi yang dibuat, Kookmin Bank memiliki komposisi saham sebesar 32,5 persen. Namun, penetapan Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Agustus mendatang, serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penambahan Modal Rp 838 Miliar

Melalui Penawaran Umum Terbatas ke-5 (PUT V), Bank Bukopin berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 838 miliar. Sebanyak 4,66 miliar saham baru diserap oleh investor, dengan Kookmin Bank menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham. Bosowa Corporindo juga berpartisipasi dengan menyerap 1,09 miliar lembar saham.

Rivan menambahkan bahwa tingginya minat pemegang saham publik dalam PUT V, yang mencapai 24 persen dari total porsi saham publik, menjadi indikasi positif bagi masa depan Bank Bukopin.

Tetap Fokus pada UMKM

Meskipun kepemilikan saham utama kini dipegang oleh Kookmin Bank, Rivan menegaskan bahwa fokus Bank Bukopin tetap pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menyatakan bahwa Kookmin Bank dan Bank Bukopin memiliki kesamaan dalam segmentasi pasar, di mana Kookmin berencana untuk terus mendukung pengembangan UMKM dan microfinance di Indonesia.

Meningkatkan Kepercayaan Nasabah

Peralihan kepemilikan saham ke Kookmin Bank dapat memunculkan kekhawatiran mengenai penguasaan bank asing terhadap perbankan nasional. Namun, Rivan meyakini bahwa langkah ini justru akan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap Bank Bukopin. Ia menekankan bahwa pemegang saham pengendali adalah bank besar dengan aset finansial yang signifikan, sehingga dapat memberikan keyakinan lebih kepada nasabah.

Rivan juga menyatakan bahwa fokus Bank Bukopin pada UMKM akan terus berlanjut, yang diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut.