Danantara Kajian Konsolidasi BUMN Galangan Kapal untuk Perkuat Industri Nasional
Danantara Indonesia disebut tengah mengkaji konsolidasi BUMN galangan kapal sebagai upaya untuk memperkuat industri nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, rencana tersebut masih dalam proses pembahasan di Danantara. Adapun, PT PAL Indonesia disebut akan menjadi holding industri dari beberapa galangan kapal BUMN yang ada saat ini.
Related Posts
Catatkan Zero Fatality pada 2025, SIG Buktikan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Nilai Utama
Peringati HUT Ke-48, Jasa Marga Percepat Transformasi Infra as Structure Menuju Infra as Culture dalam Mewujudkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati
Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kesiapan Mudik Lebaran ASDP Diperkuat
“Iya, PT PAL diperintahkan untuk menjadi induk dari galangan-galangan kapal BUMN, tetapi itu bentuknya seperti apa, itu masih dalam proses pembahasan di Danantara,” kata Kaharuddin saat ditemui di Ayana Midplaza Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dia menerangkan bahwa pembahasan terkait konsolidasi BUMN galangan kapal itu telah berproses secara paralel di internal Danantara sejak tahun lalu.
“Ini juga sekarang sedang dibicarakan di Danantara. Danantara sedang melakukan konsolidasi industri galangan kapal BUMN,” ungkapnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat empat BUMN yang fokus pada pengembangan industri galangan kapal selain PT PAL Indonesia, yaitu PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) atau DKS, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung.
Sebelumnya, Kaharuddin menyebutkan, terdapat potensi permintaan pasar senilai Rp1.522 triliun dalam 10 tahun ke depan dari rencana program pemerintah dan Danantara.
Adapun, beberapa di antaranya proyek ketahanan teritorial yang membutuhkan 260 unit suface dan underwater vehicles. Kemudian, untuk proyek ketahanan pangan dengan kebutuhan 20.200 unit cargo vessel dan fishing vessel.
Sementara itu, proyek yang diinisiasi Danantara mencakup untuk ketahanan energi sebanyak 588 unit kapal dan produk GE, serta proyek konektivitas maritim dengan kebutuhan sebanyak tujuh unit infrastruktur maritim dan transportasi.
“Dalam 10 tahun ke depan potensinya besar, itu yang harus kita jaga untuk kemandirian bangsa Indonesia dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
Previous Post
Bank Mandiri Membukukan Laba Bersih senilai Rp56,3 triliun Sepanjang 2025
Next Post
Krakatau Steel Mencatat Ekuitas Tumbuh 99% menjadi US$868 juta pada 2025
Related Posts
Berita
Catatkan Zero Fatality pada 2025, SIG Buktikan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Nilai Utama
2 Maret 2026
Berita
Peringati HUT Ke-48, Jasa Marga Percepat Transformasi Infra as Structure Menuju Infra as Culture dalam Mewujudkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati
2 Maret 2026
Berita
Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Kesiapan Mudik Lebaran ASDP Diperkuat
2 Maret 2026
Berita
TIMAH Dukung Kunjungan Universitas Pertahanan RI ke SMAN 1 Pemali, Buka Peluang Karier dan Beasiswa bagi Pelajar
2 Maret 2026
Berita
Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan
2 Maret 2026
Berita
Gejolak Timur Tengah, Pertamina Prioritaskan Keselamatan Pekerja dan Perkuat Mitigasi Operasional Untuk Ketahanan Energi
2 Maret 2026
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.




