Fakta Gizi Susu Rekombinasi dalam Program MBG
Sumber Foto: IDN Times
Fakta Segar

Fakta Gizi Susu Rekombinasi dalam Program MBG

Fakta Baru - Dalam program MBG, terdapat perdebatan mengenai penggunaan susu rekombinasi, yang memiliki komposisi berbeda dibandingkan susu segar. Susu Sekolah, salah satu produk dalam program tersebut, terdiri dari 50 persen susu sapi segar dan 49 persen susu rekombinasi, sementara susu reguler mengandung hingga 100 persen susu sapi segar.

Awal Kejadian

Komposisi susu rekombinasi dirancang untuk mendekati nilai nutrisi susu segar, dengan kandungan protein, lemak, dan energi yang disesuaikan. Susu ini dihasilkan melalui penggabungan lemak susu dan padatan susu tanpa lemak, sehingga memungkinkan pengaturan rasio gizi sesuai standar.

Perkembangan

Protein dalam susu rekombinasi berasal dari sumber alami, seperti kasein dan whey, dan bukan dari protein sintetis. Namun, nilai gizi yang diterima oleh konsumen sangat bergantung pada formulasi produk akhir, termasuk kadar protein, lemak, serta fortifikasi vitamin dan mineral. Baik susu segar maupun susu rekombinasi mengandung laktosa, yang dapat menyebabkan keluhan pencernaan pada anak yang intoleran terhadap laktosa. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada kontribusi terhadap kebutuhan gizi harian.

Respons

Dr. dr. Tan Shot Yen, seorang dokter dan ahli gizi, mengemukakan kritik terhadap penggunaan susu dalam program MBG. Ia mencatat tingginya prevalensi intoleransi laktosa di populasi Asia yang dapat menyebabkan masalah pencernaan. Menurutnya, produk susu turunan yang melalui berbagai proses industri dan mengandung bahan tambahan tidak memiliki nilai gizi setara susu segar. Ia mempertanyakan apakah manfaat susu sebagai sumber protein hewani masih relevan dibandingkan dengan sumber protein lain, seperti telur dan ikan, yang lebih terjangkau dan kaya nutrisi.