Fenomena Cenote Angelita di Meksiko: Sungai di Bawah Laut yang Tercatat dalam Al-Qur'an
Sumber Foto: CNBC Indonesia
Fakta Segar

Fenomena Cenote Angelita di Meksiko: Sungai di Bawah Laut yang Tercatat dalam Al-Qur'an

Meksiko menyimpan sebuah keajaiban alam yang menarik perhatian ilmuwan dan pengunjung. Fenomena ini terjadi di Semenanjung Yucatan, antara Laut Karibia dan Teluk Meksiko, di mana terdapat hutan tropis yang dipenuhi dengan sinkhole atau yang dikenal dengan istilah 'cenote'. Salah satu cenote yang paling terkenal di wilayah ini adalah Cenote Angelita.

Cenote Angelita memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan di dalamnya terdapat sungai yang mengalir di bawah permukaan laut. Sungai ini menjadi titik pertemuan antara air laut yang asin dan air tawar, yang dipisahkan oleh awan tebal hidrogen sulfida. Zat ini bersifat beracun dan dapat membahayakan manusia jika terhirup.

Keberadaan fenomena ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an, yang menyebutkan tentang dua lautan yang tidak saling bercampur. Dalam QS. Al-Furqan: 53, dijelaskan, "Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus."

Keunikan Cenote Angelita

Cenote Angelita terletak dekat kota kuno suku Maya, Tulum. Dari permukaan, cenote ini tampak seperti kolam air segar yang dikelilingi oleh vegetasi yang rimbun. Namun, penyelam yang menyelam ke dalamnya akan menemukan pemandangan yang berbeda di kedalaman 30 meter, di mana sungai yang mengalir dengan arusnya sendiri terlihat.

Awan hidrogen sulfida yang membatasi air laut dan air tawar memiliki ketebalan sekitar 3 meter, menyulitkan penyelam untuk menjelajah lebih jauh. Zat ini tidak berwarna, beracun, dan memiliki bau yang mirip dengan telur busuk. Pengalaman menyelam di bawah lapisan ini sering kali membuat penyelam merasa panik karena visibilitas yang sangat rendah.

Proses Pembentukan dan Kehidupan di Cenote

Proses terbentuknya cenote melibatkan runtuhnya batu kapur yang menciptakan reservoir besar, memungkinkan air tanah tawar bertemu dengan air asin yang meresap dari laut melalui saluran bawah tanah. Menurut Jennifer Berglund, seorang ilmuwan dan penjelajah bawah laut, percampuran antara air tawar dan air asin menciptakan lapisan air payau yang disebut haloklin, yang berfungsi sebagai penghalang bagi objek-objek tertentu.

Lapisan air tawar di atas mengandung lebih banyak oksigen dibandingkan air asin di bawahnya, mendukung kehidupan berbagai organisme. Ketika vegetasi dan objek organik memasuki sinkhole dan mengalami proses dekomposisi, mereka menghasilkan awan hidrogen sulfida yang tebal, menambah keunikan ekosistem di Cenote Angelita.

Pengalaman penyelaman di Cenote Angelita menjadi salah satu yang paling berkesan bagi banyak penyelam, dengan keindahan alamnya yang memukau dan tantangan yang dihadapi di dalamnya.