Film Kang Solah Dominasi Netflix Indonesia, Raih Peringkat Pertama
Sumber Foto: Kompasiana.com
Hiburan

Film Kang Solah Dominasi Netflix Indonesia, Raih Peringkat Pertama

Film - film lokal kembali mencatatkan prestasi membanggakan di ranah streaming. Dalam periode 9--15 Februari 2026, daftar Top 10 Movies Netflix Indonesia didominasi judul-judul produksi dalam negeri. Puncaknya ditempati oleh Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung, film horor komedi yang langsung melesat ke posisi pertama pada pekan debutnya.

Capaian ini menjadi sinyal kuat, film Indonesia kian diperhitungkan. Itu bukan hanya di bioskop, tetapi juga di platform digital global yang kompetitif seperti Netflix.

Film Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung merupakan film spin-off dari semesta Kang Mak yang sebelumnya sukses mencuri perhatian penonton lewat pendekatan komedi berbalut nuansa horor lokal. Kali ini, cerita berpusat pada Kang Solah, sosok yang dikenal lugu namun penuh keberanian, yang tanpa sengaja terlibat dalam rangkaian peristiwa mistis ketika berhadapan dengan teror Nenek Gayung.

Sosok hantu legendaris yang identik dengan cerita rakyat urban itu dihadirkan kembali dengan pendekatan segar. Dalam hal ini, memadukan unsur komedi situasi, satire sosial, dan ketegangan khas film horor Indonesia.

Film Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung, mengisahkan Kang Solah yang berupaya membantu warga kampungnya yang diteror penampakan misterius seorang nenek membawa gayung pada malam hari. Alih-alih menjadi pahlawan tanpa cela, Kang Solah justru kerap terjebak dalam kekonyolan akibat kepolosan dan keyakinannya yang sering meleset.

Konflik memuncak ketika terungkap, teror tersebut berkaitan dengan rahasia lama yang terpendam di kampung itu. Dari situlah film bergerak antara adegan menegangkan dan komedi yang cair, menciptakan dinamika yang mudah dinikmati berbagai kalangan.

Kekuatan utama film ini terletak pada keberhasilannya menyeimbangkan horor dan komedi tanpa terasa dipaksakan. Alih-alih menjadikan unsur seram sekadar latar, film ini tetap membangun atmosfer mencekam melalui pencahayaan, tata suara, dan kemunculan karakter Nenek Gayung yang efektif memancing ketegangan.

Ketegangan tersebut selalu diimbangi dialog-dialog ringan dan ekspresi jenaka Kang Solah yang menjadi pusat gravitasi cerita. Formula ini membuat penonton tidak merasa terlalu tegang, tetapi juga tidak kehilangan sensasi horor yang menjadi daya tarik utama.

Dari segi karakterisasi, Kang Solah tampil sebagai figur antihero yang justru terasa dekat dengan realitas masyarakat. Ia bukan tokoh sempurna, melainkan representasi orang biasa yang mencoba berbuat benar di tengah situasi di luar nalar. Pendekatan ini memperkuat aspek komedi sekaligus memberi ruang empati.