Film Pavane: Menggali Trauma dan Cinta di Balik Standar Kecantikan Korea
Film Pavane fokus pada kisah Mi-jeong yang merasa dirinya kurang menarik sehingga mengisolasi dirinya sendiri. Ia menghadirkan kisah romantis dari orang-orang penuh trauma di tengah diskriminasi standar kecantikan yang kuat di Korea Selatan.
Sinopsis film Pavane
Pavane menceritakan tentang Gyeong-rok (Moon Sang-min) yang sebelumnya bermimpi menjadi penari. Kini, ia bekerja sebagai petugas parkir setelah kepahitan hidup yang menghampirinya. Ayahnya meninggalkan ibunya ketika ia sukses sebagai aktor.
Sedangkan Mi-jeong (Ko Ah-sung) yang disebut memiliki penampilan ‘jelek’ diturunkan sebagai pegawai rendahan di gudang bawah tanah. Sering diejek karena penampilannya sejak kecil, ia merasa lebih nyaman ketika berada sendirian di dalam kegelapan.
Byun Yo-han melengkapi cast utama berperan sebagai Yo-han, pemuda yang menutupi luka hatinya dengan lelucon dan humor. Ia mencoba menjadi cupid untuk membantu Gyeong-rok mengungkapkan cintanya kepada Mi-jeong.
Kisah orang-orang yang terasing
Film ini diadaptasi dari novel berjudul Pavane for a Dead Princess oleh Park Min-gyu. Versi filmnya menghadirkan perspektif Yo-han, ketimbang dari sang penulis sendiri, Gyeong-rok. Sutradara Lee Jong-pil juga merepresentasikan latar 1980-an novelnya dalam latar waktu yang ambigu.
Ceritanya serasa membumi, dibuat dengan alur yang pelan dan mendayu-dayu. Mengalir lembut layaknya perpaduan jazz dan musik klasik, dipadukan dengan kisah cinta romantis layaknya musik pop yang dinikmati oleh banyak orang.
Film ini mengulik tentang orang-orang yang ditolak oleh masyarakat karena konsep kecantikan di lingkungan kapitalis. Pendekatan yang dihadirkan oleh Jong-pil terasa surrealis dalam mengeplorasi perasaan tidak diterima dan kekuatan cinta yang mampu menyembuhkan trauma.
Ko Ah-sung bersinar dalam pendalaman karakternya sebagai Mi-jeong. Ia bahkan menaikkan berat badan 10 kg dan mendapatkan make up spesial untuk membuatnya terlihat lebih “jelek”. Jong-pil juga fokus pada sikapnya yang murung dan tertutup dengan semua perasaan insecure miliknya.
Di satu sisi, film ini juga tak bisa menyenangkan semua orang. Color grading yang terlalu buram, atau kisah romantis dengan premis yang sama, apalagi cerita tentang kehilangan juga butuh energi untuk dicerna.
Film Pavane menghadirkan rasa nyaman dengan nuansa yang menenangkan. Ceritanya fokus tentang bagaimana ketiga karakter utamanya saling menguatkan satu dan yang lainnya sembari mengatasi rasa tak nyaman dan trauma-trauma yang pernah mereka alami.




