Film 'Teman Tegar: Maira' Serukan Perlindungan Hak Masyarakat Adat Papua
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Lampu redup, layar menyala, dan hening perlahan menyelimuti ruangan. Di antara kursi-kursi penonton, hadir anak muda Papua, aktivis lingkungan, pegiat budaya, dan warga yang datang bukan hanya untuk menonton film, tetapi untuk mendengar suara, harapan dari tanah mereka sendiri.
Film “Teman Tegar: Maira Whisper From Papua” diputar dalam kegiatan nonton bareng (nobar) yang diinisiasi EcoNusa, Aksa Bumi Langit, dam Eco Defender Jayapura, Jumat (6/2/2026).
Bagi banyak penonton, film ini bukan sekadar hiburan, melainkan cermin, pengingat, sekaligus seruan.
Film tersebut menjadi medium untuk membuka percakapan tentang kondisi masyarakat Papua, potensi alam, serta pentingnya perlindungan hak masyarakat adat sebagai fondasi pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Kegiatan nobar dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Friska Kalia, manager komunikasi EcoNusa. Menghadirkan tiga narasumber: Max Wayeni dari Papuan Voices, Mario Saputra selaku regional manager EcoNusa Papua, dan Salomo Sawor dari Eco Defender Jayapura.
Max Wayeni, perwakilan Papuan Voices mengatakan, seni diposisikan sebagai alat advokasi yang mampu menyampaikan pesan keadilan ekologis secara lebih utuh dan manusiawi.
Menurut Max, melalui cerita, visual, dan narasi personal, film membuka ruang empati dan refleksi publik terhadap realitas yang dihadapi masyarakat adat Papua, terutama terkait ancaman terhadap tanah, hutan, dan ruang hidup.
*****************
Suarapapua.com adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media kami hadir untuk menjadi bagian dari rakyat, juga media yang hadir untuk mengubah sedikit rumitnya persoalan di Tanah Papua. Dukung kami melalui donasi Anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
CLICK HERE!
*****************
“Kami di Papuan Voices percaya bahwa film adalah medium perlawanan juga. Dan kita sebagai anak-anak Papua harus bersuara untuk tanah dan budaya kita. Film ini mengingatkan kita tentang pentingnya mempertahankan hak,” tutur Wayeni.
Sementara itu, Mario Saputra, regional manager EcoNusa wilayah Papua menegaskan, perlindungan hak masyarakat adat menjadi kunci utama dalam menjaga hutan dan masa depan Papua. Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah pemetaan wilayah adat sebagai dasar pengakuan dan kepastian hak atas tanah.
Baca Juga: STFT “Fajar Timur” Resmi Jadi Universitas Katolik Papua
“Kami yakin bahwa pengakuan wilayah adat adalah langkah awal. Setelah itu, kita harus memastikan masyarakat memiliki ketahanan ekonomi agar tidak mudah tergoda oleh perusahaan yang merusak hutan,” kata Mario.
Pendekatan ini dikenal sebagai ekonomi restoratif, sebuah model pembangunan alternatif di Tanah Papua yang menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan.
“Konsep ini mendorong praktik ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan selaras dengan alam, sekaligus memulihkan hubungan antara manusia, hutan, dan ruang hidupnya,” ujar Saputra.
Di sisi lain, peran generasi muda dinilai krusial dalam menjaga masa depan Papua.
Salomo Sawor dari Eco Defender Jayapura menyatakan, anak muda harus ada di garis depan dalam melindungi “surga terakhir” di Indonesia.
“Gerakan muda akan berdampak jika dilakukan bersama. Salah satunya dengan kembali ke kampung, melihat masalah di sana, dan mencari solusi bersama. Kalau bukan kita yang peduli tanah kita, siapa lagi?,” tegasnya.
Film disutradarai Anggi Frisca, menampilkan Joan Wakum, Elisabeth Sisauta, dan M. Aldifi Tegar Rajasa. Dirilis 5 Februari 2026 di bioskop, film ini mengangkat kisah persahabatan dua anak dari latar belakang berbeda yang dipertemukan di hutan Papua.
Film tersebut menghadirkan Papua dari sudut pandang yang intim dan reflektif, menempatkan alam bukan sekadar latar cerita, tetapi bagian penting dari kehidupan dan masa depan generasi muda.
Melalui seni dan cerita, film Maira mengajak penonton untuk mendengar “bisikan” Papua, sebuah suara lembut yang sarat makna tentang pentingnya menjaga tanah, hutan, dan hak masyarakat adat sebagai fondasi keberlanjutan di Tanah Papua. []




