Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Bengkulu Utara Menurun Jelang Nataru
Harga tandan buah segar kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara mengalami penurunan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Pada pekan ini, harga tertinggi kelapa sawit tercatat sebesar Rp 3.140 per kilogram, turun signifikan dibandingkan dengan harga minggu sebelumnya yang mencapai Rp 1.300 per kilogram.
Penurunan harga ini diperkirakan akan berlanjut hingga mendekati tanggal perayaan tersebut. Salah satu faktor penyebabnya adalah kebiasaan pabrik atau perusahaan yang membeli kelapa sawit dari petani untuk mengambil libur selama periode Natal dan Tahun Baru. Hal ini berimplikasi pada proses produksi dan pembelian yang terhenti sementara.
Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Desman Siboro, SH, menjelaskan bahwa Dinas Perkebunan terus memantau perkembangan harga yang ditetapkan oleh pabrik kelapa sawit. Meskipun terjadi penurunan, ia menekankan bahwa harga saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga pembelian terendah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi.
“Harga masih lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Desman. Penurunan harga ini merupakan fenomena yang biasa terjadi setiap tahun pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru, di mana perusahaan menghentikan produksi Crude Palm Oil (CPO).
Meski demikian, Desman optimis bahwa harga kelapa sawit akan kembali meningkat pada awal tahun 2025 mendatang. Ia menambahkan, Dinas Perkebunan akan terus mengawasi penetapan harga oleh perusahaan agar tidak merugikan petani di Bengkulu Utara.




