Hoaks Pesan Berantai Terkait Minuman Ringan dan Pengerasan Otak Ditelusuri
Sumber Foto: Liputan6.com
Fakta Segar

Hoaks Pesan Berantai Terkait Minuman Ringan dan Pengerasan Otak Ditelusuri

Penyebaran informasi hoaks kembali mencuat terkait peringatan mengenai 19 jenis minuman ringan yang diklaim dapat menyebabkan wabah pengerasan otak. Cek Fakta Liputan6.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa informasi ini bukanlah hal baru, melainkan hoaks yang telah beredar sejak tahun 2010.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan bantahan resmi terkait pesan berantai yang menyebar melalui aplikasi pesan singkat. Dalam pernyataannya pada 12 Februari 2010, BPOM menegaskan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai bahaya penggunaan Aspartam, yang merupakan salah satu bahan pemanis yang sering digunakan dalam minuman ringan.

Bantahan Resmi dari BPOM

BPOM menyampaikan informasi yang jelas mengenai situasi ini. Menurut Sekretaris Eksekutif IDI, tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan tentang bahaya Aspartam. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas.

Lebih lanjut, BPOM juga menekankan bahwa penggunaan Aspartam dianggap aman selama digunakan sesuai dengan batas maksimum yang telah ditentukan. Aspartam telah dikategorikan sebagai bahan yang aman berdasarkan Codex Stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009, yang dikeluarkan oleh Codex Alimentarius Commission (CAC), sebuah lembaga internasional yang ditunjuk oleh FAO/WHO untuk melindungi kesehatan konsumen dan menjamin perdagangan yang jujur.

Penggunaan Aspartam dalam Makanan dan Minuman

Dalam regulasi Codex, Aspartam diizinkan untuk digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman, termasuk minuman berbasis susu, permen, serta makanan dan minuman ringan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Aspartam dalam batas yang wajar tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang berhubungan dengan kesehatan. Dengan memahami fakta yang benar, kita dapat terhindar dari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran yang tidak berdasar.