Iko Uwais Kembali ke Dunia Silat Lewat Film Warrior
Iko Uwais baru-baru ini dikabarkan tampil kembali lewat film action thriller Indonesia yang berjudul Warrior. Dikutip dari berbagai sumber, film ini berlatar Jakarta dan menempatkan Uwais sebagai mantan praktisi Silat elite yang baru keluar dari penjara dan berusaha meninggalkan masa lalunya.
Upaya itu tidak bertahan lama ketika sindikat kejahatan asal Malaysia mengambil alih wilayah tempat tinggalnya dan mengancam orang-orang terdekatnya. Konflik pun meningkat dari intimidasi jalanan menjadi konfrontasi terbuka di pasar, gang sempit, hingga atap gedung-gedung Jakarta.
Baca juga: Sinopsis film Ash, Sci-fi Hollywood yang Bakal Dibintangi Iko Uwais
Sejumlah informasi juga menyatakan bahwa Warrior menandai debut penyutradaraan solo John Radel yang sebelumnya dikenal sebagai sinematografer dan produser di film Monkey Man karya Dev Patel serta Blackhat garapan Michael Mann.
Dalam produksinya, film ini mempertemukan Delon Tio dari Nation Pictures dengan Erika North dan Nick North dari Yeti Entertainment, serta produser action Mike Leeder dari Red Packet Media. Uwais sendiri bertindak sebagai produser eksekutif bersama Ryan Santoso melalui label barunya, Uwais Pictures.
Label tersebut menjadi kendaraan baru Uwais untuk mengelola proyeknya secara lebih mandiri. Warrior sekaligus menjadi proyek pertama dari joint venture Asia Media Alliance Group dan Nation Pictures yang berfokus pada genre filmmaking Asia Tenggara untuk pasar internasional.
Produksinya sendiri dijadwalkan dimulai pada musim panas 2026 dengan seluruh proses syuting dilakukan di Indonesia. Beberapa media juga melaporkan penjualan internasional telah dipercayakan kepada K-Movie Entertainment yang mengindikasikan ambisi distribusi global seperti yang pernah dicapai film The Raid.
Nama Uwais sendiri melejit lewat The Raid dan The Raid 2, sebelum merambah Hollywood melalui film seperti Mile 22 dan Stuber, serta serial Wu Assassins di Netflix. Meski sukses secara global, kembalinya ia ke proyek Silat berbahasa Indonesia dinilai sebagai langkah strategis untuk menguatkan identitas yang membedakannya dari aktor action lain.
Dari laporan Coming Soon dan JoBlo, Uwais Pictures memang menargetkan model produksi action berbudget moderat dengan pendekatan lokal yang kuat, serupa The Raid dan The Night Comes for Us. Label tersebut juga telah memperkenalkan dua proyek lain, Timur dan Ikatan Darah, di European Film Market Berlin.
Kolaborasi dengan John Radel diharapkan memberi sentuhan visual yang lebih matang tanpa meninggalkan intensitas pertarungan yang raw dan grounded. Sejumlah laporan, termasuk dari Action-Flix menyebut penggemar berharap Warrior membawa kembali energi brutal dan autentik yang dulu terasa di Merantau karya Gareth Evans.
Meski belum memiliki tanggal rilis resminya, film ini diproyeksikan meluncur pada akhir 2026 atau awal 2027. Dengan dukungan jaringan produksi regional dan fokus pada koreografi Silat yang otentik, Warrior diposisikan sebagai proyek penting yang dapat menegaskan kembali posisi Iko Uwais di peta film action internasional.
Baca juga: Cerita Iko Uwais Soal Proses Terbentuknya Rumah Produksi Uwais Pictures




