Impor Mobil India Ancam Pekerja Industri Otomotif Dalam Negeri
Sumber Foto: Tempo.co
Ekonomi

Impor Mobil India Ancam Pekerja Industri Otomotif Dalam Negeri

URUH pabrik industri otomotif terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat impor 105 ribu mobil pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan pekerja di sejumlah pabrik otomotif menolak impor tersebut dan meminta agar dibatalkan. “Karena output produksi dalam negeri bisa turun,” ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa, 24 Februari 2026.

Iqbal mengatakan jumlah produksi yang turun akan mengakibatkan kontrak karyawan tidak diperpanjang, bahkan terkena PHK. Padahal, jika pemesanan 105 ribu unit kendaraan diberikan kepada merek-merek otomotif yang sudah berinvestasi di dalam negeri, jumlah tenaga kerja malah berpotensi bertambah.

Dia memperkirakan 10 ribu tenaga kerja baru akan diberdayakan untuk pengerjaan dalam waktu enam bulan sampai satu tahun. Bila persoalan harga yang menjadi alasan impor, kata Iqbal, seharusnya bisa dinegosiasikan dengan menyesuaikan spesifikasi agar lebih terjangkau.

“Belum lagi nanti suku cadangnya diproduksi untuk perawatan mobil, akan panjang penyerapan tenaga kerja itu,” kata Iqbal.

Iqbal juga mempertanyakan koordinasi antarkementerian yang tidak sejalan, yang justru merugikan industri dalam negeri. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ataupun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun menyayangkan keputusan tersebut. Sebab, merek-merek seperti Daihatsu menyanggupi produksi kendaraan niaga yang dibutuhkan.