Kandungan Susu MBG Dipertanyakan, BGN Berikan Penjelasan Mengenai Nutrisi dan Pertumbuhan Peternak Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada 6 Januari lalu tengah menjadi sorotan publik terkait kandungan susu kemasan yang disediakan. Diketahui bahwa susu kemasan bermerk Susu Sekolah, yang dibagikan kepada penerima manfaat, hanya mengandung 30 persen susu segar dari total isi 125 ml. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan pilihan susu segar dalam program tersebut.
Menanggapi isu ini, pihak BGN (Badan Gizi Nasional) menyatakan bahwa formulasi susu yang disediakan dalam program MBG telah disusun sesuai dengan standar gizi susu cair penuh berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2023. Tim Pakar Bidang Susu BGN, Epi Taufik, menjelaskan bahwa meskipun susu MBG belum sepenuhnya menggunakan susu segar lokal, kandungan gizinya setara dengan susu segar. "Anak-anak tetap dapat energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan belajar," ujarnya.
Epi juga menambahkan rincian kandungan gizi dalam susu MBG. Menurutnya, kandungan kalsium susu ini tidak kurang dari 15 persen dari nilai harian yang dibutuhkan tubuh anak-anak, dengan kadar lemak minimal 3 persen, kadar protein minimal 2,7 persen, serta kadar karbohidrat dan mineral tidak kurang dari 7,8 persen. "Jadi, bukan berarti jika susu segarnya 20 persen, lalu sisanya semua air," tegasnya.
Permintaan susu nasional, lanjut Epi, mengalami peningkatan signifikan sejak peluncuran program MBG, dari 4,7 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun. Hal ini membuka peluang besar bagi peternak lokal untuk memasok kebutuhan susu yang sebelumnya banyak bergantung pada impor. "Dengan adanya MBG, pasar domestik menjadi lebih pasti dan peternak lokal memiliki insentif untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan kapasitas usaha mereka," jelasnya.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada persentase kandungan susu saat ini, tetapi juga pada pembentukan pasar susu lokal yang kuat. "Begitu peternak siap, kandungan lokal pasti akan meningkat," ujarnya. Ia juga mengklaim bahwa program ini menciptakan efek domino positif di seluruh sektor, termasuk peternakan, pakan, dan industri pengolahan susu.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami lebih baik mengenai kandungan gizi susu dalam program MBG dan dampaknya terhadap pertumbuhan peternak lokal di masa yang akan datang.




