Kenaikan Harga Ikan Segar di Pasar Tradisional Akibat Cuaca Ekstrem
Sumber Foto: Liputan6.com
Fakta Segar

Kenaikan Harga Ikan Segar di Pasar Tradisional Akibat Cuaca Ekstrem

Fakta Baru - Cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada harga ikan segar di pasar tradisional. Di Pasar Rebo dan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga ikan air tawar dan ikan laut mengalami kenaikan, meski dengan tingkat yang berbeda-beda.

Awal Kejadian

Pedagang mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan banjir di sejumlah daerah, termasuk di Jakarta, yang berdampak pada pasokan dan distribusi ikan. Anggota pedagang menilai kondisi ini mengarah pada potensi kenaikan harga ikan yang lebih besar menjelang Nataru.

Perkembangan

Di Pasar Rebo, harga ikan air tawar mulai menunjukkan kenaikan, dengan ikan mas mengalami lonjakan harga hampir Rp 10 ribu per kilogram. Jenis ikan lain seperti nila, mujair, dan lele juga mengalami kenaikan harga, meskipun tidak signifikan. Pedagang mewaspadai lonjakan harga lebih lanjut pada pertengahan bulan November.

Di Pasar Kramat Jati, pasokan ikan laut terganggu akibat cuaca ekstrem yang membuat nelayan kesulitan melaut. Kenaikan harga ikan laut bervariasi setiap hari, dengan jenis ikan kembung dan cumi-cumi mencatatkan kenaikan harga yang paling tinggi. Pedagang mengindikasikan bahwa minat beli konsumen berkurang akibat harga yang meningkat.

Kondisi Terakhir

Sementara itu, harga bahan pangan berprotein lain seperti daging sapi, tahu, tempe, dan telur ayam tetap stabil. Pasokan yang lancar dan permintaan yang seimbang menjadi faktor penyangga harga-harga tersebut. Dengan kondisi ini, masyarakat masih memiliki alternatif sumber protein dengan harga yang relatif terjangkau.