Kisah Bu Azizah: Menolak Tawaran Miliaran untuk Keberkahan Usaha
Fakta Baru - RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kisah sukses pengusaha minuman lokal, Bu Azizah, menjadi inspirasi bagi banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui kanal YouTube Pecah Telur, ia berbagi perjalanan membesarkan brand "Segarrr", minuman berbahan dasar nanas asli dari lereng Gunung Kelud yang kini meroket popularitasnya, terutama saat bulan Ramadan.
Saat bulan puasa tiba, permintaan produk "Segarrr" melonjak hingga ratusan kali lipat. Pabrik miliknya harus beroperasi 24 jam nonstop untuk memenuhi kebutuhan pasar, dengan kapasitas produksi mencapai 8.000 dus per hari. "Agen-agen sampai harus mengantre lama untuk mendapatkan stok," ungkap Bu Azizah dalam podcast tersebut.
Kesuksesan ini tidak lepas dari komitmennya terhadap kualitas. Ia menggunakan nanas asli lereng Gunung Kelud yang terkenal manis, harum, dan bertekstur renyah. Sejak 2017, Bu Azizah konsisten meracik sendiri resep rahasia tanpa pemanis buatan, menjadikan produknya aman dikonsumsi sehari-hari.
Namun, yang paling menarik dari perjalanan bisnisnya adalah keputusan berani menolak investasi besar di masa-masa awal merintis. Seorang investor datang membawa kontrak senilai Rp3 miliar plus fasilitas mobil mewah dengan syarat membeli mereknya. Atas nasihat sang ibu, tawaran itu ditolak. " Ibu saya bilang, kalau orang lain berani membeli seharga itu, artinya nilai usaha kita jauh lebih besar di masa depan," kenangnya. Kini, omzet bisnisnya telah melampaui angka tersebut berkali-kali lipat.
Keunikan manajemen Bu Azizah juga terletak pada nilai-nilai keberkahan yang ia tanamkan. Ia secara khusus memprioritaskan warga lokal dan lulusan pesantren sebagai karyawan, dengan harapan etika kerja dan kedisiplinan ibadah tetap terjaga. " Saya ingin karyawan menjaga wudhu saat produksi, agar hasilnya bersih dan berkah," jelasnya.
Ia pun menerapkan sistem borongan agar keuntungan dirasakan bersama saat pesanan sedang membludak. Prinsipnya sederhana namun kuat: " Kita kaya bareng-bareng. Ketika pemilik sejahtera, pekerja juga harus sejahtera."
Bagi para wanita yang ingin berbisnis, ia berpesan untuk meluruskan niat. " Wanita itu bukan bekerja, tapi berkarya. Karena nafkah adalah tanggung jawab suami. Jika niatnya benar sebagai bentuk berkarya, insyaAllah akan ada keberkahan dalam usaha," tutupnya.




