Klarifikasi Mengenai Klaim Wabah Pengerasan Otak dan Sumsum Tulang Belakang oleh IDI
Sumber Foto: Liputan6.com
Fakta Segar

Klarifikasi Mengenai Klaim Wabah Pengerasan Otak dan Sumsum Tulang Belakang oleh IDI

Jakarta - Baru-baru ini, beredar informasi melalui aplikasi pesan WhatsApp yang mengklaim bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengumumkan adanya wabah pengerasan otak dan sumsum tulang belakang. Informasi tersebut juga menyarankan masyarakat untuk menghindari 19 jenis minuman ringan yang mengandung Aspartam, yang dianggap sebagai penyebab penyakit tersebut.

Pesan yang beredar menyebutkan daftar minuman yang harus dihindari, antara lain Extra Joss, M-150, Kopi Susu Gelas (Granita), dan Gatorade, dengan pernyataan bahwa semua minuman tersebut mengandung Aspartam yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh pihak IDI.

Pernyataan Resmi dari IDI

Melalui penelusuran yang dilakukan oleh Cek Fakta Liputan6.com, terungkap bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang, serta tidak merekomendasikan untuk menghindari minuman yang disebutkan. Sekretaris Eksekutif IDI menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar.

Keamanan Aspartam

Lebih lanjut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia juga mengeluarkan pernyataan terkait keamanan Aspartam. Dalam keterangan tertulisnya, BPOM menjelaskan bahwa Aspartam telah dikategorikan sebagai bahan yang aman untuk dikonsumsi, sesuai dengan keputusan Codex Stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Codex Alimentarius Commission, yang ditetapkan oleh FAO/WHO, menyatakan bahwa Aspartam dapat digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman, termasuk minuman berbasis susu dan permen.

BPOM menegaskan bahwa penggunaan Aspartam dalam makanan dan minuman tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan dapat digunakan dengan batas maksimum yang ditetapkan.

Kesimpulan

Informasi mengenai wabah pengerasan otak dan sumsum tulang belakang yang dikaitkan dengan konsumsi minuman yang mengandung Aspartam adalah tidak benar. Masyarakat disarankan untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan untuk selalu memverifikasi kebenaran sebelum menyebarluaskan informasi.