Lapas Metro Adakan Nonton Bareng Film Sejarah Islam Selama Ramadan
Fakta Baru - LAPAS METRO -- Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan kegiatan yang edukatif dan bernilai religius, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Metro menggelar kegiatan nonton bareng film-film bernuansa sejarah Islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Usman Pokok Ratoe, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan nonton bareng ini diikuti oleh Warga Binaan dan dilaksanakan dengan pengawasan langsung dari petugas pembinaan. Film-film yang ditayangkan mengangkat kisah sejarah Islam yang sarat dengan nilai keteladanan, perjuangan, keimanan, dan akhlak mulia, sehingga diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus refleksi spiritual bagi warga binaan selama menjalani ibadah puasa.
Suasana aula tampak kondusif dan penuh antusiasme. Para warga binaan mengikuti jalannya pemutaran film dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini menjadi alternatif pembinaan kepribadian yang dikemas secara menarik, sehingga pesan-pesan moral dan keagamaan dapat diterima dengan lebih mudah.
Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng film sejarah Islam merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian selama bulan Ramadhan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau pengajian, tetapi juga dapat disampaikan melalui media audio visual yang edukatif.
"Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan pembinaan yang bernuansa edukatif dan religius. Melalui film sejarah Islam, kami berharap warga binaan dapat mengambil hikmah, meneladani nilai-nilai kebaikan, serta memperkuat keimanan dan akhlak selama bulan Ramadhan," ujar Tunggul Buono.
Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian warga binaan. Oleh karena itu, Lapas Metro berupaya menghadirkan berbagai kegiatan positif yang dapat mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat.
Selain sebagai sarana pembinaan spiritual, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan suasana Ramadhan yang lebih sejuk dan kondusif di lingkungan Lapas. Dengan adanya kegiatan yang terarah dan bermakna, diharapkan warga binaan dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk serta memiliki semangat untuk memperbaiki diri.




