Menggali Manfaat Cacing Kayu Tembiluk, Makanan Khas Suku Dayak yang Viral di Media Sosial
Cacing kayu tembiluk, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Bactronophorus thoracites, kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok. Makanan khas suku Dayak ini menarik perhatian banyak orang berkat konten berburu yang viral, menunjukkan cita rasa unik dari hewan ini.
Asal Usul dan Karakteristik Cacing Tembiluk
Cacing tembiluk biasanya bersarang pada kayu yang membusuk, terutama di daerah muara sungai. Suku Dayak menganggap tembiluk sebagai makanan yang enak, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan mentah. Rasa tembiluk dapat bervariasi tergantung pada lingkungan tempat tinggalnya, ada yang manis, dan ada juga yang memiliki rasa seperti kayu.
Tekstur dan Pengolahan
Menurut informasi yang beredar di media sosial, cacing ini memiliki tekstur kenyal dan mudah hancur, sehingga kurang cocok dijadikan sebagai bahan olahan. Meskipun demikian, keunikan rasa dan tekstur tembiluk menjadikannya pilihan menarik bagi beberapa kalangan.
Peran Ekologis dan Pandangan Masyarakat
Cacing tembiluk termasuk dalam kelompok moluska, yang berarti hewan ini tidak memiliki kerangka tulang belakang dan memiliki tubuh lunak. Meskipun bermanfaat sebagai pengurai, mereka sering dianggap sebagai hama oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam memakan dan membentuk lubang pada batang kayu yang terendam air, yang dapat menyebabkan kerusakan pada kayu, termasuk yang digunakan untuk perahu nelayan.
Manfaat Kesehatan
Menariknya, cacing tembiluk juga diketahui mengandung nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Kandungan ini menjadikan tembiluk berpotensi sebagai obat untuk beberapa penyakit, antara lain rematik, batuk, dan flu. Selain suku Dayak Bulusu di Kalimantan Utara, cacing ini juga dikenal di suku Kamoro, Papua, dengan sebutan tambelo.
Dengan demikian, cacing kayu tembiluk bukan hanya sekadar makanan tradisional, tetapi juga memiliki nilai nutrisi dan kesehatan yang patut dipertimbangkan. Keberadaannya yang viral di media sosial membuka peluang bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal dan menghargai keunikan kuliner tradisional Indonesia.




