MUI dan WPPC Berkomitmen untuk Perdamaian Dunia yang Berkelanjutan
Sumber Foto: Smart Newsroom
Perspektif

MUI dan WPPC Berkomitmen untuk Perdamaian Dunia yang Berkelanjutan

Kaukus Parlemen Perdamaian Dunia Temui MUI Dukung Inisiatif Perdamaian

Jakarta – Sejumlah anggota Kaukus Parlemen Perdamaian Dunia atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC) mengunjungi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Jumat (30/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya menciptakan perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan global.

Menyusul semakin meluasnya konflik di berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah dan Rusia, WPPC yang baru dideklarasikan awal April 2026 berkomitmen untuk mendorong upaya perdamaian. Kunjungan ke MUI ini merupakan langkah konkret dalam menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan lembaga yang telah aktif dalam menyuarakan perdamaian.

Anggota WPPC yang hadir dalam kunjungan tersebut meliputi Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Dr. Mardani Ali Sera, Eva Monalisa, S.I.Kom., dan Ahmad Bastian SY. Mereka berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai aktor utama dalam mewujudkan perdamaian dunia. Mardani Ali Sera menegaskan bahwa ini merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan amanat konstitusi, mengingat Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas global.

Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, menyambut baik inisiatif WPPC dan menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mewujudkan dunia yang lebih damai. Ia juga menyoroti dukungan MUI terhadap Palestina, yang terus menjadi perhatian utama dalam agenda perdamaian dunia. Dalam konteks ini, MUI akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam pada 24 Juli 2026, yang akan membahas isu-isu perdamaian global sebagai salah satu rekomendasi.

Dengan semangat kolaborasi, Ahmad Doli Kurnia berharap agar WPPC dan MUI dapat bekerja sama untuk mendukung agenda perdamaian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat internasional. "Ini bukti dukungan kami semua kepada Presiden Prabowo dan pemerintah agar Indonesia terus tampil terdepan di panggung dunia," tutup Doli. Pertanyaan terbuka yang muncul adalah, sejauh mana kolaborasi ini dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan?