Muzakki Ramdhan dalam Film Waktu Maghrib 2: Perubahan Penampilan dan Tantangan Kesurupan
Sumber Foto: Liputan6.com
Fakta Segar

Muzakki Ramdhan dalam Film Waktu Maghrib 2: Perubahan Penampilan dan Tantangan Kesurupan

Film Waktu Maghrib 2 menghadirkan Muzakki Ramdhan dalam peran sebagai Endro, seorang pemain cadangan sepak bola yang dikenal dengan emosinya yang mudah tersulut. Dalam peran ini, Muzakki melakukan perubahan signifikan pada penampilannya, mengadopsi gaya busana yang terinspirasi dari tren jamet dengan potongan rambut mullet.

Gaya Rambut dan Karakter

Muzakki Ramdhan menyatakan bahwa sutradara Sidharta Tata memberikan kebebasan yang besar kepada para aktor untuk mengembangkan karakter mereka. Meskipun ada garis besar karakter yang harus diikuti, para pemain didorong untuk mengekspresikan interpretasi mereka sendiri, termasuk dalam penampilan fisik. "Dibuat mengesalkan. Akhirnya, aku bikin gaya rambut ala jamet dan mullet. Bayangkan, orang berambut mullet tapi kesurupan, unik banget sih," ujarnya.

Proses Syuting yang Efektif

Selama proses syuting, tim produksi di bawah arahan Sidharta Tata menerapkan metode kerja yang sangat efektif. Muzakki mengungkapkan bahwa retake untuk setiap adegan biasanya tidak lebih dari tiga kali, dan itu pun seringkali disebabkan oleh masalah teknis. Efisiensi ini menciptakan suasana kerja yang menyenangkan bagi para pemain seperti Anantya Kirana, Sultan Hamonangan, Ghazi Alhabsy, Omar Daniel, dan tentunya Muzakki Ramdhan sendiri.

Kesurupan yang Menjadi Fokus Utama

Meskipun sebagian besar adegan yang dilalui oleh Muzakki dan rekan-rekannya berkisar pada tema kesurupan, ia mengaku bahwa pengalaman syuting kali ini adalah salah satu yang paling menyenangkan. Sekitar 80 persen adegan dalam film ini melibatkan elemen kesurupan, yang menambah tantangan sekaligus keseruan dalam proses akting.

Kesimpulan

Melalui Waktu Maghrib 2, Muzakki Ramdhan tidak hanya menunjukkan kemampuan aktingnya, tetapi juga menampilkan keberanian dalam bereksperimen dengan penampilan dan karakter. Dengan dukungan sutradara yang demokratis dan suasana syuting yang positif, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menarik bagi penonton.