Pabrik Minyak Sawit Berbasis Riset ITB Hasilkan Produk Bernutrisi Tinggi
Sumber Foto: Hai Sawit
Ekonomi

Pabrik Minyak Sawit Berbasis Riset ITB Hasilkan Produk Bernutrisi Tinggi

Fakta Baru - Jakarta, HAISAWIT – Inovasi pabrik minyak nabati bernutrisi alami hasil kolaborasi riset antara Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kini resmi beroperasi melalui integrasi sistem mesin modern.

Pabrik tersebut memanfaatkan teknologi unit Demetalisasi Deklorinasi dan Degumming (DMCG) yang menyatu dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kapasitas lima ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam guna menghasilkan produk pangan sehat berkualitas.

Dilansir dari YouTube Hai Sawit TV, Senin (02/03/2026), fasilitas ini mampu menghasilkan 20 ton Palm Mesocarp Oil (PMO) serta 12 ton minyak nabati bernutrisi alami dan delapan ton stearin setiap hari melalui proses fraksinasi.

Data teknis menunjukkan kualitas minyak yang dihasilkan memiliki nilai Iodine Value (IV) minimum 52,5 dengan kadar asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA) maksimal sebesar empat persen dari total volume produksi.

Aspek kesehatan menjadi fokus utama karena produk ini mengandung vitamin E sebesar 800 Part Per Million (PPM) dan betakarotin mencapai 600 PPM yang sangat bermanfaat bagi pemenuhan nutrisi tubuh masyarakat.

Penggunaan teknologi pemurnian pada suhu rendah memastikan kandungan zat berbahaya tetap berada pada batas aman sesuai standar internasional bagi kesehatan konsumen maupun kebutuhan industri hilir lainnya dalam jangka panjang.

Beberapa parameter kualitas unggulan dari hasil riset ini antara lain adalah:

Kandungan klorin berada di bawah angka 1,5 PPM.

Kadar senyawa Glycidyl Esters (GE) memenuhi standar keamanan pangan.

Kandungan logam besi (Fe) maksimal hanya sebesar 1 PPM.

Senyawa gum atau getah berada pada level maksimal 4 PPM.

Sistem pembangkit energi pabrik menggunakan boiler biomassa berkapasitas 4,6 ton per jam yang memanfaatkan limbah serat serta cangkang sawit sebagai bahan bakar utama guna menggerakkan seluruh operasional mesin produksi secara mandiri.

Pembangkit listrik didukung oleh mesin uap atau steam engine berkapasitas 150 Kilovolt Ampere (KVA) yang lebih ekonomis dan mudah dalam perawatan rutin jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi turbin uap konvensional pada umumnya.

Proses pembersihan bahan baku dilakukan melalui penyemprotan air panas bertekanan tinggi di area loading ramp untuk menghilangkan lumpur serta kontaminan kimia yang berpotensi menurunkan kualitas minyak nabati pada tahap ekstraksi selanjutnya.

Tahapan pengolahan buah juga menerapkan teknik khusus untuk memaksimalkan hasil produksi serta menjaga kemurnian nutrisi yang terkandung di dalam daging buah sawit:

Pemisahan tandan kosong sebelum proses perebusan dimulai.

Penggunaan alat pembelah tandan atau bunch splitter.

Pemberondolan tiga tahap untuk memisahkan buah luar dan dalam.

Perebusan menggunakan suhu air antara 60 hingga 95 derajat Celsius.

Integrasi sistem DMCG terbukti mampu menekan angka 3 Monochloropropane Diol (3-MCPD) hingga di bawah 2 PPM sehingga produk akhir sangat aman dikonsumsi dan memenuhi syarat ketat pasar ekspor global saat ini.

Riset ini sekaligus membuktikan bahwa minyak sawit mentah yang segera diproses melalui tahap demetalisasi memiliki daya tahan tinggi terhadap reaksi oksidasi sehingga kenaikan kadar asam lemak bebas berlangsung sangat lambat.

Selain untuk kebutuhan pangan, rendahnya kadar logam alkali di bawah 2 PPM menjadikan produk ini sangat ideal sebagai bahan baku bensin sawit karena karakteristik kimianya tidak merusak katalis pada proses pengolahan energi.

Pembangunan pabrik ini hanya memerlukan lahan seluas 42 meter kali 16,5 meter untuk area PKS serta 38 meter kali 18 meter bagi unit pengolahan minyak nabati sehingga sangat efisien secara tata ruang.

Kerja sama yang melibatkan PT Kemurgi Alfa Omega serta PT Amal Tani ini menandai langkah nyata kemandirian teknologi lokal dalam mengolah kekayaan sumber daya alam nasional menjadi produk bernilai tambah tinggi bagi masyarakat.***