Pelita Kids Gelar Nobar Film Edukatif Kisah Nabi untuk Anak
Fakta Baru - RRI.CO.ID, Sleman – Di tengah masifnya konten media sosial yang kerap tak ramah anak, kehadiran tontonan edukatif menjadi kebutuhan penting bagi keluarga muslim. Sebuah platform digital bernama Pelita Kids berupaya untuk menghadirkan berbagai konten edukatif bagi anak. Salah satunya lewat nobar film kisah hidup nabi dan rasul selama Ramadan. Manajer Pelita Kids, Muhammad Hasfi menyebut selama Ramadan pihaknya menggelar roadshow ke 10 masjid di Yogyakarta.
“Ini salah satu program kami, roadshow keliling masjid di Jogja. Tujuannya memberikan film edukatif untuk anak-anak, karena anak juga butuh hiburan, tapi hiburan yang bisa membentuk karakter pribadi muslim,” ujar Hashfi saat ditemui di Masjid Suciati Saliman, Jumat, 27 Februari 2026.
Hashfi menambahkan, dalam road show ini Pelita Kids menyajikan film animasi tentang perjalanan hidup Rasulullah SAW. Cerita disajikan secara berseri, mulai dari kelahiran Nabi Muhammad, hingga peristiwa-peristiwa penting seperti Perang Badar dan Perang Uhud. Antusiasme anak-anak terhadap program ini pun disebut sangat tinggi. Dalam beberapa gelaran, bahkan ada anak-anak yang terharu hingga menangis saat menyaksikan kisah perjuangan Rasulullah.
“Respons anak-anak luar biasa. Di salah satu masjid, saat cerita Perang Uhud, anak-anak sampai terenyuh. Bahkan ada yang menangis,” ucap Hashfi.
Hashfi menjelaskan, Pelita Kids merupakan platform digital penyedia video edukasi khusus anak-anak muslim yang berdiri sejak September 2025. Platform ini lahir dari keresahan terhadap konten anak di media sosial yang dinilai kurang berkualitas.
“Keresahan kami itu karena anak-anak sekarang banyak menonton YouTube. Kalau sudah nonton, bisa ke mana-mana. Banyak konten yang tidak mendidik dan anak-anak jadi tidak mengenal tokoh-tokoh Islami,” katanya.
Tak hanya anak-anak, respons positif juga datang dari para orang tua. Salah satunya Lisa, warga Jongke, Sleman, yang mengajak anaknya menonton film edukasi kisah Nabi di Masjid Suciati. Menurut Lisa, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana mengenalkan masjid kepada anak dengan cara yang menyenangkan.
“Saya ajak anak ke sini supaya dia tahu asal-usul Nabi Muhammad. Kalau diceritakan sendiri di rumah kurang menarik, tapi kalau bareng-bareng di masjid seperti ini anak jadi lebih semangat. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering, supaya anak-anak makin suka ke masjid. Jadi tidak hanya ibadah, tapi juga belajar, seni, dan kreativitas,” kata Lisa.




