Pemesanan Pikap dari India Ancam Industri Otomotif Dalam Negeri
Sumber Foto: Arah Kata
Ekonomi

Pemesanan Pikap dari India Ancam Industri Otomotif Dalam Negeri

ARAHKATA - Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa pemesanan 105 ribu unit kendaraan pikap dari India, berpotensi menurunkan peran industri manufaktur dalam negeri.

“Pengadaan 105.000 kendaraan niaga India oleh Agrinas merupakan langkah akselerasi logistik pangan yang kontroversial. Secara makro, proses kanibalisasi industri dalam negeri ini memicu deindustrialisasi dini karena volumenya hampir setara 100 persen pasar pikap nasional, yang berisiko melemahkan industri otomotif di pasar lokal,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Selasa.

Pemesanan ratusan ribu kendaraan niaga dari India, juga memiliki potensi yang dapat mengikis lapisan-lapisan pemasok yang ada di tanah air.

Sehingga, kesempatan mereka untuk bisa berkembang dengan adanya pesanan kendaraan-kendaraan itu jadi terhambat.

Tidak hanya menghambat kesempatan pemasok industri komponen dalam negeri untuk berkembang, kegiatan pemesanan kendaraan dari luar Indonesia juga dikhawatirkan berdampak dengan adanya pemutusan hubungan kerja di sektor manufaktur.

“Secara sosial, ini berpotensi mengancam keberlangsungan 6.000 tenaga kerja yang terancam PHK akibat konsekuensi logis dari penurunan volume produksi massal di pabrik perakitan dan vendor tier dua atau tiga,” ujar dia.