Peneliti Fiji Berfokus pada Kesehatan Tanah untuk Pertanian Berkelanjutan
Fakta Baru - Mesulame Joshua Tora, peneliti asal Fiji, memimpin penelitian tentang kesehatan tanah di negara Pasifik tersebut, terinspirasi oleh latar belakangnya sebagai putra petani tebu. Fokus penelitiannya kini beralih dari tanaman ke mikroba tanah, setelah mendengar keluhan masyarakat mengenai penurunan kualitas tanah.
Awal Kejadian
Tora tumbuh di ladang tebu di Nadi, Fiji, di mana ia belajar dari kakeknya untuk mengejar pendidikan agar tidak kembali ke kehidupan bertani. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Studi Lingkungan di Universitas Pasifik Selatan dan bekerja di sektor kehutanan sebelum bertemu peneliti dari Universitas Hawai’i yang memperkenalkannya pada sistem agroforestri.
Perkembangan
Pengalaman Tora selama berkeliling Fiji memperluas pandangannya tentang pertanian. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Massey di Selandia Baru, di mana ia meneliti penyakit karat myrtle, yang menyerang tanaman dari famili Myrtaceae. Saat ini, Tora menempuh program PhD di Universitas Lincoln dengan fokus pada mikroba tanah dan dampaknya terhadap ekosistem pertanian di Fiji.
Kondisi Terakhir
Dalam penelitiannya, Tora mengkaji komunitas mikroba tanah dan responsnya terhadap perubahan penggunaan lahan dan tekanan iklim. Ia berupaya menyediakan data ilmiah yang akan mendukung pengelolaan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat adat Fiji, dengan harapan pengetahuan yang diperoleh dapat melindungi tanah dan memastikan keberlanjutan pertanian di Pasifik.




