Pengalaman Menikmati Durian Segar di Sentra Kemranjen Banyumas
Sumber Foto: Kompas.com
Fakta Segar

Pengalaman Menikmati Durian Segar di Sentra Kemranjen Banyumas

BANYUMAS – Menikmati durian segar langsung dari kebun menawarkan pengalaman unik yang tak terlupakan di sentra durian Kemranjen, Banyumas. Di lokasi ini, pengunjung tidak hanya dimanjakan dengan cita rasa durian yang bervariasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan petani lokal.

Ahmad Faisol, seorang petani durian berusia 29 tahun dari Desa Kemranjen, mengundang pengunjung untuk mencicipi berbagai jenis durian unggulan, termasuk Bawor, Musang King, Duri Hitam, dan durian lokal khas Banyumas. Faisol, yang telah menggeluti budidaya durian selama lebih dari satu dekade, menyatakan bahwa durian Bawor adalah varietas yang paling diminati di kebunnya.

"Durian Bawor ini kebanggaan Banyumas. Rasanya manis legit, teksturnya lembut, dan dagingnya tebal. Banyak pembeli dari luar daerah datang khusus untuk menikmatinya langsung di sini," ujar Faisol sambil membelah durian segar untuk seorang pembeli baru-baru ini.

Faisol juga menjelaskan bahwa durian di kebunnya dipanen secara alami, dan pengunjung bahkan dapat memilih durian yang masih menggantung di pohon untuk dipetik langsung. "Kami ingin memberi pengalaman berbeda. Jadi, orang bisa merasakan bagaimana menikmati durian yang baru saja jatuh atau dipetik," tambahnya.

Selain durian Bawor, Musang King dan Duri Hitam juga menjadi favorit di kalangan pembeli. Durian Musang King dikenal dengan rasa pahit-manis dan aroma khasnya, sementara Duri Hitam disukai karena dagingnya yang berwarna kuning pekat dan rasa manis legit.

Harga durian di kebun Ahmad Faisol bervariasi, dengan durian premium seperti Bawor, Musang King, dan Duri Hitam dijual per kilo, mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000, tergantung pada ukuran dan jenisnya. Meskipun harga durian premium lebih tinggi, pengunjung tidak akan kecewa merogoh kocek demi merasakan kualitasnya langsung dari kebun.

Selain melayani pengunjung secara langsung, Ahmad Faisol juga menjual durian melalui platform online, seperti akun Instagram @bibitdurian99. Ia menyatakan bahwa pembeli online biasanya berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Para pecinta durian yang berkunjung ke sentra durian Kemranjen tidak hanya menikmati buah tropis ini, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan para petani. Ahmad Faisol berharap kegiatan ini dapat mendukung promosi durian lokal Banyumas dan memberikan manfaat lebih besar bagi petani.

"Semoga durian Banyumas semakin dikenal. Kami ingin orang-orang tahu bahwa durian dari Banyumas juga punya kualitas yang tidak kalah dengan durian impor," tutup Faisol penuh harap.

Miftah Farid, seorang pengunjung berusia 32 tahun dari Purworejo, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman tersebut. Ia baru pertama kali menikmati durian hasil petik langsung dari kebun. "Biasanya saya cuma beli durian di pasar atau pinggir jalan. Tapi di sini sensasinya beda banget. Lihat pohonnya, petik sendiri, terus langsung makan di tempat. Rasanya lebih nikmat dan segar," ungkapnya penuh antusias sambil menikmati durian Bawor yang baru saja dipilih.

Bagi pencinta durian, sentra durian Kemranjen adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk merasakan pengalaman memetik dan menyantap durian terbaik langsung dari tangan pertama di Banyumas.