Penjelasan Profesor IPB Terkait Label 30% Susu Segar dalam Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta - Dalam menjawab berbagai perbincangan yang berkembang di media sosial mengenai label "30% susu segar" pada kemasan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Profesor Dr. Epi Taufik, seorang Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), memberikan penjelasan yang komprehensif.
Menurut Prof. Epi, secara alami, susu sapi segar terdiri dari 88% air dan 12% bahan kering, yang meliputi lemak, protein, laktosa (karbohidrat), serta mineral. "Susu sapi segar, khususnya dari sapi Frisian Holstein (FH), serta susu kambing dan Air Susu Ibu (ASI), memiliki kandungan utama yang didominasi oleh air," ungkapnya di Bogor pada Minggu (12/10).
Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan terhadap kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Banyak yang mengira bahwa susu dalam program MBG hanya mengandung 30% susu segar dan menganggapnya sebagai produk yang telah dimanipulasi.
Prof. Epi menjelaskan bahwa kandungan gizi susu dalam program MBG telah diatur sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No. 13 Tahun 2023 mengenai kategori pangan, khususnya bagian yang mengatur tentang susu cair plain dalam bentuk susu lemak penuh rekombinasi.
Melalui klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami dengan lebih baik mengenai kandungan susu dan menghilangkan kesalahpahaman yang beredar di media sosial.




