Produksi Susu Lokal Hanya Mampu Penuhi 20 Persen Kebutuhan Nasional
Sumber Foto: Tempo.co
Fakta Segar

Produksi Susu Lokal Hanya Mampu Penuhi 20 Persen Kebutuhan Nasional

Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa produksi susu segar dalam negeri (SSDN) saat ini hanya mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan industri pengolahan susu (IPS) nasional. Produksi SSDN tercatat mencapai 750 ton, di mana 530 ton di antaranya berasal dari Gabungan Koperasi Susu Indonesia.

Agus menjelaskan bahwa saat ini terdapat 59 koperasi susu yang memenuhi standar kualitas, dengan dukungan dari sekitar 44.000 peternak. Namun, 80 persen dari kebutuhan baku susu masih bergantung pada impor.

Agus juga mencatat bahwa pertumbuhan industri pengolahan susu di Indonesia hanya mencapai rata-rata 5 persen per tahun, sementara pertumbuhan produksi susu segar dalam negeri bahkan lebih rendah, yakni 0,9 persen per tahun. Kesenjangan antara produksi dan kebutuhan ini mendorong ketergantungan yang tinggi terhadap susu impor.

Untuk mengatasi masalah ini, Agus meminta Kementerian Pertanian agar memberikan pembinaan kepada para produsen susu segar dalam negeri. Pembinaan tersebut diharapkan mencakup aspek pemerahan, penyimpanan, dan penanganan agar susu yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh industri.

Dalam konteks ini, Kementerian Perindustrian juga mendukung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam upaya mewajibkan industri pengolahan susu untuk menyerap susu segar dari peternak dan pengepul susu lokal. Agus berharap langkah ini dapat mendorong partisipasi peternak sapi perah rakyat dalam program Petani Milenial yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian, dengan harapan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke dalam sektor peternakan dan produksi susu lokal.

Agus menambahkan bahwa Kemenperin sedang berupaya agar komoditas susu dapat dimasukkan dalam kategori Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting). Ini bertujuan agar susu dapat terdaftar dalam Neraca Komoditas, sehingga pasokan dan permintaan komoditas susu nasional dapat terjaga.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman merespons aksi protes yang dilakukan oleh ratusan peternak sapi perah dan pengepul susu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Mereka menuntut perbaikan dalam kuota penjualan susu ke pabrik. Dalam mediasi yang dilakukan, semua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam menyerap produksi susu dalam negeri. Amran juga menyatakan telah mengubah regulasi untuk mewajibkan industri susu menyerap susu dari peternak lokal dan telah mengirimkan surat ke dinas peternakan di tingkat provinsi dan kabupaten untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut.