PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) Melangkah Menuju IPO dengan Target Dana Rp 8,1 Triliun
PT Global Digital Niaga Tbk, yang dikenal sebagai Blibli, merupakan perusahaan e-commerce yang bernaung di bawah Grup Djarum. Perusahaan ini telah mengumumkan rencana untuk melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), yang merupakan langkah strategis untuk mendapatkan dana segar guna mendukung pertumbuhan bisnisnya.
Detail Penawaran Saham
Dalam prospektus yang dirilis pada tanggal 17 Oktober 2022, Blibli menginformasikan bahwa mereka akan menawarkan hingga 17,77 miliar saham, yang setara dengan 15 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor. Saham yang ditawarkan memiliki rentang harga antara Rp 410 hingga Rp 460 per lembar, yang jika terjual seluruhnya, dapat mengumpulkan dana hingga Rp 8,17 triliun.
Rencana Penggunaan Dana Hasil IPO
Blibli berencana menggunakan dana yang diperoleh dari IPO ini untuk membayar utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank BTPN Tbk. Selain itu, sisa dana akan dialokasikan untuk modal kerja yang akan mendukung operasi utama serta pengembangan usaha perusahaan. Rincian penggunaan dana mencakup 57 persen untuk perusahaan dan 43 persen untuk GTNe, entitas anak Blibli, di mana peningkatan penyertaan modal akan dilakukan secara bertahap mulai kuartal IV 2022.
Jadwal IPO
- Masa Penawaran Awal: 17-24 Oktober 2022
- Tanggal Efektif: 28 Oktober 2022
- Masa Penawaran Umum: 1-3 November 2022
- Tanggal Penjatahan: 3 November 2022
- Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 4 November 2022
- Tanggal Pencatatan Saham di BEI: 7 November 2022
Operasional dan Layanan Blibli
Blibli mengoperasikan platform e-commerce Blibli.com yang mengedepankan pengalaman konsumen yang terintegrasi baik secara online maupun offline. Selain itu, perusahaan juga memiliki toko fisik yang menjual produk dari merek-merek terkenal seperti Samsung, Vivo, dan Oppo. Blibli juga mengelola supermarket kebutuhan sehari-hari melalui anak usaha, Ranch Market.
Pada tahun 2017, Blibli mengakuisisi tiket.com untuk memperluas penawaran layanan perjalanan dan gaya hidup, serta pada tahun 2021, mengakuisisi Ranch Market untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen. Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan.
Profil Pemegang Saham
Sebelum pelaksanaan IPO, pemegang saham Blibli terdiri dari PT Global Investama Andalan sebesar 98,46 persen, diikuti oleh Kusumo Martanto (0,04 persen), Honky Harjo (0,03 persen), dan beberapa pemegang saham minoritas lainnya. PT Global Investama Andalan merupakan entitas yang terafiliasi dengan Grup Djarum, yang dikenal sebagai salah satu kelompok usaha terbesar di Indonesia dengan beragam sektor, termasuk perbankan, keuangan, dan e-commerce.




