Shayne Pattynama: Komitmen untuk Membangun Liga Sepak Bola Indonesia
Bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, kini telah merasakan atmosfer kompetisi Liga 1 setelah resmi bergabung dengan Persija Jakarta pada bursa transfer paruh musim 2025/2026. Pemain berusia 27 tahun ini secara terbuka membagikan pandangannya mengenai perbedaan antara Liga 1 dengan liga-liga di Eropa dan Thailand, sekaligus menanggapi kritik atas keputusannya berkarier di Tanah Air.
Shayne Pattynama resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Macan Kemayoran pada 23 Januari 2026, menandatangani kontrak berdurasi 2,5 musim dengan opsi perpanjangan. Kepindahan ini mengejutkan banyak pihak mengingat ia sebelumnya masih terikat kontrak dengan klub raksasa Thailand, Buriram United, hingga Juni 2026.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Perjalanan Karier dari Eropa hingga Asia Tenggara
Sebelum berlabuh di Indonesia, Shayne Pattynama memiliki rekam jejak karier yang cukup panjang di Eropa. Ia pernah membela SC Telstar di kasta kedua Liga Belanda (2019-2021), kemudian melanjutkan petualangan di Norwegia bersama Viking FK (2021-2024), dan sempat berkiprah di Belgia bersama KAS Eupen (2024-2025).
Pada 7 Juli 2025, Shayne memutuskan hijrah ke Asia Tenggara dan bergabung dengan Buriram United di Liga Thailand. Namun, masa baktinya di sana terbilang minim, hanya tampil dalam 10 pertandingan dengan catatan 3 assist selama 640 menit bermain. Ia juga sempat absen tiga hingga empat bulan akibat cedera hamstring.
Keputusan Shayne untuk bergabung dengan Persija Jakarta disebut-sebut didorong oleh keinginannya untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak, serta memperbesar peluangnya kembali menembus skuad utama Timnas Indonesia, terutama untuk turnamen regional seperti Piala AFF.
Tanggapan atas Kritik dan Visi Pengembangan Sepak Bola Indonesia
Kepindahan Shayne ke Liga 1 tak luput dari sorotan dan kritik dari sebagian penggemar sepak bola yang menyayangkan keputusannya tidak berkarier di luar negeri. Menanggapi hal ini, Shayne Pattynama memberikan jawaban tegas. “Tentu saja orang-orang selalu mengkritik. Dan saya paham itu. Orang-orang ingin kami, para pemain, bermain di liga terbaik yang memungkinkan,” ujarnya.
Namun, ia juga menekankan pentingnya memahami konteks perkembangan sepak bola Indonesia. “Tapi di sisi lain, orang juga perlu memahami bahwa kami sebagai sebuah negara sedang berkembang dalam hal sepak bola. Kami sedang membangun liga yang lebih baik. Tim nasional juga semakin berkembang,” tambah Shayne. Ia bahkan menyebut bahwa anggapan kompetisi di Indonesia buruk adalah “merendahkan Indonesia”.
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga menyatakan tidak masalah jika pemain naturalisasi seperti Shayne memilih berkarier di Liga 1, selama mereka tetap berusaha keras di timnya masing-masing.
Persaingan di Persija dan Debut di JIS
Sejak bergabung dengan Persija, Shayne Pattynama telah melakoni dua pertandingan sebagai pemain pengganti, yakni saat melawan Persita Tangerang pada 30 Januari 2026 (6 menit) dan Bali United pada 15 Februari 2026 (12 menit). Ia menghadapi persaingan ketat di posisi bek kiri dengan pemain muda Timnas U-23 Indonesia, Dony Tri Pamungkas, yang kualitasnya dipuji oleh Shayne.
Shayne juga mengungkapkan antusiasmenya untuk segera merasakan debut di Jakarta International Stadium (JIS) saat Persija menjamu PSM Makassar pada Jumat, 20 Februari 2026. “Akan sangat menyenangkan, JIS adalah stadion yang bagus. Saya belum pernah ke sana, jadi saya sudah tidak sabar. Itu akan menjadi pengalaman pertama saya,” kata Shayne.




