Shell Indonesia Tingkatkan Efisiensi Operasional Industri Sawit dengan Pelumas Inovatif
Sumber Foto: Kantor Berita Sawit
Ekonomi

Shell Indonesia Tingkatkan Efisiensi Operasional Industri Sawit dengan Pelumas Inovatif

Share

Shell Indonesia melalui portofolio pelumas menegaskan kesiapan mendukung peningkatan efisiensi operasional pada industri sawit, teknologi monitoring, serta layanan purna jual. Langkah ini juga sejalan dengan transisi penggunaan biodiesel di Indonesia.

Farista Andi Kusuma, Vice President Technical Lubricants Shell Indonesia, menjelaskan bahwa Shell Indonesia menghadirkan rangkaian pelumas industri yang digunakan pada berbagai tahapan operasional, termasuk untuk sektor sawit. Produk yang tersedia mencakup pelumas mesin diesel tugas berat Shell Rimula, pelumas gardan dan transmisi Shell Spirax, pelumas hidrolik Shell Tellus, hingga gemuk atau grease Shell Gadus.

“Sebagai mitra sektor energi hilir di Indonesia, kami menyediakan portofolio pelumas industri yang komprehensif untuk mendukung performa dan keandalan peralatan di industri sawit,” ujar Farista Andi Kusuma.

Selain produk, Shell Indonesia juga menawarkan solusi layanan purna jual dan teknologi digital seperti Shell LubeAnalyst untuk pemantauan kondisi pelumas, Shell VideoCheck untuk pemantauan kondisi bagian dalam dari mesin diesel, serta memperkenalkan Shell Soot Sense, alat untuk mendeteksi jelaga pada mesin diesel.

Menurut perusahaan, pemakaian pelumas yang tepat dapat mengurangi total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership /TCO) melalui penurunan downtime (waktu henti) dan biaya perawatan. Shell Indonesia menyebut telah menjalankan proyek efisiensi (Value Improvement Project) untuk memastikan performa pelumas dan meningkatkan produktivitas dengan sejumlah perusahaan sawit sebagai mitra pengguna pelumas industri Shell.

“Pada salah satu aplikasi gemuk Shell Gadus untuk bearing armada truk pengangkut tandan buah segar, usia pakai gemuk meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan produk sebelumnya, dengan potensi penghematan perawatan mencapai Rp1,7 miliar per tahun,” jelasnya.

Shell Indonesia memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman dalam pemantauan kondisi pelumas untuk mesin pelanggan, sekaligus bekerja sama dengan pelaku industri sawit untuk menekan biaya perawatan dan meningkatkan produktivitas.

1 2 3

Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email Telegram

Previous Article Prof. Sudarsono Soedomo Dianugerahi Lifetime Achievement dalam 4th Sawit Indonesia Award 2025

Next Article BPDP Dukungan Program Biodiesel Bagi Kemandirian Energi dan Perekonomian Indonesia

Berita Terkait

Regenerasi Serangga Penyerbuk Penopang Produksi Sawit

Sajian Utama

Asian Agri dan Apical Perkuat Komitmen Hulu-Hilir Berkelanjutan

Sajian Utama

PSR Sumsel Tancap Gas Perkuat SDM dan Budidaya Terbaik

Sajian Utama

Benih Bersertifikat Kunci Sukses Peremajaan Sawit Rakyat

Sajian Utama

Dukungan Program BPDP Benahi Hulu Sawit

Berita Terbaru

Traktor KIOTI Kembali Raih 4th Sawit Indonesia Award 2025

Sajian Utama

Dr. Bedjo Santoso Terima Penghargaan Penulis Teraktif di 4th Sawit Indonesia Award 2025

Sajian Utama

Sawit, Ombudsman, dan Saran Membentuk Badan Sawit Nasional

Sajian Utama

Prof. Sudarsono Soedomo Dianugerahi Lifetime Achievement dalam 4th Sawit Indonesia Award 2025

Sajian Utama

Comments are closed.