Spider-Man: No Way Home Dilarang Tayang di China karena Patung Liberty
Spider-Man: No Way Home (Foto: Sony Pictures)
Film Spider-Man: No Way Home Ternyata Dilarang Tayang di China, Ini Penyebabnya
Elang Riki Yanuar • 27 Februari 2026 10:00
Ringkasnya gini..
Spider-Man: No Way Home batal tayang di China karena sensor minta hapus adegan Patung Liberty.
CEO Sony Pictures sebut No Way Home tembus US$1,9 miliar tanpa pasar China.
Sony siapkan reboot Spider-Man, Brand New Day hadir 2026 usai sukses No Way Home.
Jakarta: Seorang eksekutif film telah mengungkapkan bahwa film Spider-Man: No Way Home (2021) tidak dirilis di China karena badan sensor film mereka tidak ingin Patung Liberty muncul dalam film itu.
Hal tersebut diungkap dalam episode terbaru The Town Podcast bersama host Matt Belloni di platform Spotify. Ketika membahas mengenai kesuksesan No Way Home yang mencapai US$2 miliar (Rp33 triliun), CEO Sony Pictures Tom Rothman mengoreksi pernyataan Belloni.
“Aku kesal harus bilang gini, tapi (No Way Home) cuman dapat 1,9 miliar (dolar). Kalian bilang, ‘1,9 miliar? Kenapa gak (dibulatkan jadi) 2 miliar?’. Alasannya, film itu gak masuk Cina,” ungkap Rothman.
Lanjutnya, “Di pikiranku, (pendapatan) kami mencapai lebih dari 2 miliar (dolar) karena aku tahu apa yang bisa kami dapatkan di China.”
Baca Juga :
Trailer Spider-Man: Brand New Day Bocor, Karakter Sadie Sink Terungkap
Permohonan untuk Menghapus Adegan Patung Liberty
Masalah utama bagi Badan Perfilman China adalah penggunaan Patung Liberty dalam film tersebut. Pertarungan klimaks film No Way Home sepenuhnya berlangsung di monumen sejarah itu antara tiga varian Spider-Man melawan musuh-musuh mereka.
“(Badan Perfilman China) cuman bilang, ‘Hal kecil, gak masalah, cukup hapus Patung Liberty’. Padahal, itu titik klimaksnya. Itulah permintaan mereka,” ungkapnya.
Rothman pun menolak dengan alasan logis bahwa film tersebut tidak akan masuk akal tanpa pertarungan pamungkas di lokasi itu.
“Terus, aku juga nggak pengen ngadepin Kongres buat jelasin kenapa aku ngapus Patung Liberty atas permintaan Partai Komunis Tiongkok,” tambah CEO tersebut.
Film solo ketiga Tom Holland sebagai Spider-Man menyuguhkan penampilannya bersama dua aktor Spider-Man sebelumnya, Andrew Garfield dan Tobey Maguire, dalam pertempuran multiverse melawan musuh-musuh ikonis, seperti Green Goblin, Doc Ock, Electro, Sandman, dan The Lizard.
Spider-Man: No Way Home tetap menjadi film Marvel Cinematic Universe (MCU) paling sukses sejak Avengers: Endgame pada tahun 2019.
Baca Juga :
Anak Chris Hemsworth Ngambek Tuntut Bayaran Bintangi Avengers: Doomsday
Rencana Penyegaran Total dan Wajah Baru
Di kesempatan yang sama, Rothman juga ditanya mengenai kelanjutan proyek-proyek pahlawan super Sony, Tom Rothman membenarkan dan mengonfirmasi bahwa iterasi mendatang akan menjadi sebuah "penyegaran total" dengan melibatkan "wajah-wajah baru."
Ia turut membahas penurunan pendapatan film pahlawan super secara umum. Menurutnya, kunci kesuksesan terletak pada nilai kelangkaan sebuah karya bagi audiens. Rothman ingin membuat para penonton merasa “rindu” dengan film-film tersebut agar mereka bisa lebih mengapresiasinya.
Proyek layar lebar Sony berikutnya adalah Spider-Man: Brand New Day yang disutradarai oleh Destin Daniel Cretton. Film ini akan mempertemukan Peter Parker versi Tom Holland dengan Hulk (Mark Ruffalo) dan Punisher (Jon Bernthal). Film ini dijadwalkan rilis pada 31 Juli 2026.
Baca Juga :
Sony Pictures Siapkan Wajah Baru di Spider-Man Universe
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ELG)
Moviebuff




