Susu MBG Diduga Mengandung 30 Persen Susu Sapi Segar, BGN Bantah Terlibat Produksi
Fakta Baru - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa susu yang dibagikan mengandung hanya 30 persen susu sapi segar, dengan sisanya diduga air. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas susu tersebut sebagai pilihan yang sehat untuk anak-anak.
Awal Kejadian
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang anak membaca komposisi pada kemasan susu MBG, yang menyebutkan bahwa kandungan susu sapi segar hanya 30 persen. Penemuan ini mengundang reaksi skeptis dari masyarakat, dengan beberapa pengguna media sosial mempertanyakan apakah susu dengan kualitas tersebut dapat dikategorikan sebagai 'pilihan lebih sehat' seperti yang tertulis di kemasan.
Perkembangan
Menanggapi permasalahan ini, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa lembaganya tidak terlibat dalam produksi susu untuk program MBG. Ia menyatakan bahwa BGN adalah lembaga negara setingkat kementerian dan tidak diperkenankan untuk berbisnis. Nanik juga menyebutkan bahwa produsen susu tersebut hanya 'menumpang nama' BGN. Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan penelusuran terkait produsen yang menggunakan logo BGN pada kemasan susu MBG dan akan fokus pada perbaikan menyeluruh.
Kondisi Terakhir
Sebelumnya, Tim Pakar Susu BGN dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Epi Taufik, menjelaskan bahwa standar kandungan susu dalam program MBG mengharuskan adanya minimal 20 persen susu segar dari peternak lokal. Hal ini bertujuan untuk mendukung produksi lokal dan mendorong peternak untuk meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan.




