Tungkot Sipayung: Pemimpin PASPI yang Didorong Membela Industri Sawit Indonesia
Sumber Foto: Hai Sawit
Ekonomi

Tungkot Sipayung: Pemimpin PASPI yang Didorong Membela Industri Sawit Indonesia

Jakarta, HAISAWIT – Dr. Ir. Tungkot Sipayung merupakan sosok sentral di balik berdirinya Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) yang secara konsisten menyuarakan kebenaran industri sawit nasional melalui berbagai riset serta advokasi kebijakan strategis.

Karier beliau yang sangat panjang di sektor agribisnis telah memberikan kontribusi signifikan bagi keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Beliau dikenal sebagai ahli yang gigih membela posisi sawit di tengah tekanan kebijakan energi terbarukan global.

Dilansir dari laman palmoilina.asia, Sabtu (21/02/2026), beliau menjabat sebagai Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) pada tahun 2008 hingga 2013 sebelum akhirnya mendirikan institusi kebijakan sawit independen yang fokus pada riset mendalam.

Lahir di Simalungun pada 25 Oktober 1965, beliau menempuh perjalanan akademis yang sangat komprehensif hingga meraih gelar doktor. Dedikasi tersebut menjadikan beliau pakar tepercaya bagi pemerintah Indonesia dalam menghadapi berbagai isu persaingan dagang internasional.

Berikut adalah beberapa peran strategis yang pernah diemban oleh sosok jurnalisme data sawit ini selama masa pengabdiannya di sektor publik maupun profesional:

Asisten Khusus Menteri Pertanian Bidang Pembangunan Agribisnis periode 2000 - 2004.

Founder dan Direktur Eksekutif PASPI (Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute)

Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tahun 2011 - 2015.

Anggota Tim Ahli Pemerintah pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menghadapi kebijakan Renewable Energy Directives (RED II) Uni Eropa.

Dosen pascasarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Jakarta untuk program kebijakan publik serta pembangunan berkelanjutan.

Dan masih banyak lagi

Tungkot Sipayung secara aktif mematahkan berbagai persepsi negatif melalui buku berjudul Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia. Karya tersebut menjadi rujukan ilmiah utama untuk menjelaskan kontribusi sawit dalam dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pengalaman internasional beliau sangat luas, mulai dari menjadi delegasi pemerintah di World Food Summit Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Roma hingga melakukan studi banding industri hilir di Cina dan India.

Melalui PASPI, beliau memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data faktual yang sangat kuat. Upaya ini dilakukan untuk melindungi jutaan petani sawit rakyat yang menggantungkan hidup pada komoditas unggulan ekspor tersebut.

Beliau juga pernah menduduki posisi sebagai anggota Komite Audit Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Pengalaman manajerial ini memperkuat pemahaman beliau mengenai rantai pasok pupuk yang sangat vital bagi perkebunan.

Dalam menghadapi tantangan Indirect Land Use Change (ILUC) dari Uni Eropa, beliau memberikan masukan teknis yang sangat tajam kepada pemerintah. Keahlian beliau membantu Indonesia dalam menyusun strategi diplomasi sawit di forum internasional yang cukup menantang.

Berikut merupakan daftar instansi tempat beliau memberikan pemikiran strategis guna memperkuat tata kelola industri perkebunan maupun industri pendukung di tingkat nasional:

Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai anggota Tim Ekonomi Perkebunan.

Indonesia Plantation Institute (IPI) dalam kapasitas sebagai Board of Advisory.

PT Kawasan Industri Nusantara yang merupakan bagian dari PT Perkebunan Nusantara III Holding.

Karya riset beliau mencakup berbagai aspek mulai dari stabilisasi penyediaan minyak goreng domestik hingga isu mandatori biodiesel. Fokus utama beliau adalah memastikan bahwa industri sawit mampu mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Perjalanan hidup beliau menunjukkan bahwa pembelaan terhadap industri sawit harus dilakukan dengan argumen yang saintifik dan transparan. Konsistensi beliau telah membawa dampak positif bagi penguatan posisi tawar minyak sawit Indonesia di pasar nabati dunia.***