8 Kebiasaan yang Menyebabkan Penolakan Terhadap Pertumbuhan Diri
Fakta Baru - JawaPos.com - Tidak semua orang ingin “kehidupan besar”. Sebagian orang sebenarnya memiliki potensi, peluang, bahkan dukungan—tetapi secara tidak sadar (atau sadar) memilih tetap kecil. Dalam psikologi, ini sering berkaitan dengan self-sabotage, ketakutan akan kesuksesan, rasa tidak layak, atau zona nyaman yang terlalu kuat.
Konsep seperti self-actualization dari Abraham Maslow menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya terdorong untuk berkembang dan mewujudkan potensi tertinggi. Namun, banyak orang justru berhenti sebelum sampai ke sana.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 8 kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan orang yang secara psikologis “menolak” kehidupan yang lebih besar.
1. Menunda Kesempatan yang Membuat Mereka Berkembang
Mereka sering berkata:
“Nanti saja.”
“Belum siap.”
“Tunggu waktu yang tepat.”
Padahal kesempatan sudah ada di depan mata.
Dalam psikologi, penundaan kronis bukan sekadar malas. Ini sering berkaitan dengan kecemasan performa dan takut gagal. Menurut riset dari Joseph Ferrari, prokrastinasi kronis lebih berhubungan dengan regulasi emosi daripada manajemen waktu.
Menunda berarti menghindari kemungkinan gagal — tapi juga otomatis menghindari kemungkinan sukses.
2. Meremehkan Diri Sendiri Secara Konsisten
Kalimat seperti:
“Ah, saya biasa saja.”
“Saya nggak sepintar itu.”
“Itu cuma kebetulan.”




