Abdul Rahman Farisi: Evaluasi Diplomasi Indonesia-AS dari Risiko dan Peluang Ekonomi
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Foto: Dok. Pribadi
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menyampaikan bahwa hasil diplomasi bilateral Indonesia-Amerika Serikat harus dilihat secara utuh, dari sisi risiko maupun peluangnya bagi perekonomian nasional.
Menurutnya, dalam setiap kebijakan ekonomi selalu terdapat konsekuensi yang tidak bisa dihindari.
"Tidak ada kebijakan yang sempurna. Setiap pilihan pasti ada manfaat dan kerugian,” ungkap Abdul Rahman Farisi dalam keterangan resmi, Rabu (25/2).
Baca Juga:
Abdul Rahman Farisi Sampaikan Kritik Terhadap Cornelis, Ini Sebabnya
Mantan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin itu menilai kritik terhadap perjanjian dagang merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, sepanjang tetap rasional dan berbasis data.
“Menilai perjanjian ini seperti menyerahkan kepala untuk dipenggal itu terlalu hiperbolik,” tambahnya.
Abdul Rahman menjelaskan bahwa respons cepat pemerintah tidak bisa dilepaskan dari kebijakan tarif resiprokal sebesar 32 persen yang sebelumnya ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap barang ekspor Indonesia.
Baca Juga:
Abdul Rahman Farisi Sebut Restitusi Pajak Terus Meningkat, Lalu Dorong Pengawasan DPR
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menekan kinerja industri nasional, mengingat Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia setelah Tiongkok dengan kontribusi sekitar 10-12 persen terhadap total ekspor.
Dia menekankan bahwa komoditas yang terdampak bukan sektor kecil, melainkan industri manufaktur padat karya seperti tekstil, alas kaki, elektronik, dan karet.
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menyampaikan bahwa hasil diplomasi bilateral Indonesia-Amerika Serikat harus...
1
2
…
4
Next
Last »
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
Buka Komentar
TAGS Abdul Rahman Farisi Abdul Rahman Kerja sama bilateral Indonesia
BERITA TERKAIT
Indonesia & Amerika Teken Perjanjian Pertahanan, China Ketakutan
LPG Industri Dialihkan ke Gas 3 Kg, Abdul Rahman Farisi: Kepentingan Rakyat Prioritas
Bertemu Prabowo, Putin Sebut Rusia Terbuka Kerja Sama Berbagai Bidang Termasuk Militer
Indonesia Berhasil Pulangkan Tiga Artefak Bersejarah dari Belanda
Pertamina Gandeng POSCO Kembangkan Teknologi Rendah Karbon di Indonesia dan Korsel
Pemerintah Perkuat Kemitraan RI–Republik Korea Lewat 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun
BERITA TERKINI GenPI.co
Ramalan Kehidupan Asmara Zodiak: Nasihat Cinta untuk Leo, Virgo, dan Libra
Viral Wanita Tak Mau Bayar Makan, Ojol, dan Angkutan di Jakbar, Dinsos Turun Tangan
Link Live Streaming Super League Hari Ini Persebaya Surabaya vs PSM Makassar: Menang!




