Analisis Temuan Jean Jacques Dozy dan Implikasinya Terhadap Freeport di Papua
Dalam kajian terbaru mengenai Freeport, peneliti Greg Poulgrain mengungkapkan informasi menarik terkait temuan ahli geologi asal Belanda, Jean Jacques Dozy, yang dipublikasikan pada tahun 1936. Dalam bukunya yang berjudul The Incubus of Intervention: Conflicting Indonesia Strategies of John F. Kennedy and Allen Dulles, Poulgrain menyoroti pentingnya pemahaman tentang geopolitik Papua, terutama terkait dengan kekayaan sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut.
Temuan Dozy dan Implikasinya
Salah satu sorotan utama dari temuan Dozy adalah konsentrasi emas di pegunungan Ertsberg, yang diperkirakan mencapai 15 gram per ton. Temuan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa Freeport Sulphur, perusahaan yang menjadi pendahulu Freeport Indonesia, mendapatkan konsesi Kontrak Karya dari pemerintahan Presiden Suharto setelah kejatuhan Presiden Sukarno. Dengan konsentrasi emas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tambang di Witwatersrand, Afrika Selatan, yang hanya menghasilkan 7,5 gram per ton, Freeport sebenarnya mengelola tambang emas terbesar di dunia.
Kepemilikan dan Rahasia Korporasi
Poulgrain mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan Belanda terkesan mendominasi, sebenarnya kepemilikan saham dalam Netherlands New Guinea Petroleum Company (NNGPM) didominasi oleh dinasti Rockefeller, yang memiliki 60 persen saham. Hal ini menunjukkan bahwa informasi mengenai temuan Dozy tidak sepenuhnya menjadi rahasia yang dimiliki korporasi Belanda saja, melainkan juga diketahui oleh jaringan bisnis Rockefeller.
Konsekuensi Geopolitik
Ketika Indonesia berhasil merebut kembali Irian Barat dari Belanda pada tahun 1962, situasi tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan klan Rockefeller. Dengan adanya kebijakan nasionalisasi yang dicetuskan oleh Sukarno, serta dukungan dari Presiden Kennedy yang cenderung lebih pro-Sukarno, ketegangan semakin meningkat. Sementara itu, mantan Direktur CIA Allen Dulles memiliki rencana untuk menggulingkan Sukarno demi kepentingan korporasi tambang Rockefeller di Papua.
Kesimpulan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada era tersebut, termasuk pembunuhan Kennedy dan kejatuhan Sukarno, dapat dipahami dalam konteks kepentingan bisnis global. Seperti yang diungkapkan oleh filsuf sosial John Dewey, politik seringkali dipengaruhi oleh kekuatan besar dan berpengaruh. Dalam konteks ini, kekuatan korporasi dan finansial telah mengakar dalam berbagai aspek pemerintahan dan masyarakat.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk menyadari dan memahami dinamika ini agar dapat membangkitkan kesadaran baru dalam menghadapi tantangan yang ada, terutama dalam konteks pengelolaan sumber daya alam yang ada di Indonesia.




