Anies Baswedan: Kembalikan Integritas dan Kepercayaan Publik
YOGYAKARTA | KBA — Tokoh nasional Anies Baswedan, dalam acara Safari Ramadan di kampus Universitas Islam Indonesia, membagikan kisah masa lalu yang menurutnya dapat menjadi cermin bagi kondisi Indonesia saat ini. Melalui cerita tentang sosok Mohammad Hatta, ia menyoroti pentingnya integritas dan kepercayaan publik—dua hal yang menurutnya semakin memudar dalam ruang sosial dan politik modern.
Dalam pidatonya, Anies bercerita tentang seorang tokoh bernama Bang Imad, yang ia jemput di bandara sebelum berbicara di kampus yang sama puluhan tahun sebelumnya. Dari percakapan di perjalanan itu, Anies baru mengetahui bahwa Bang Imad adalah seorang insinyur listrik—profesi yang ternyata dipilih karena pengaruh kuat pidato Bung Hatta di Sumatra Utara pada tahun 1950-an.
Bang Imad muda dan warga sekampungnya berjalan kaki hampir enam jam demi mendengar peresmian Bendungan Asahan yang disampaikan oleh putri Bung Hatta. Tidak seperti gaya orasi Bung Karno yang menggelegar, Bung Hatta dikenal bertutur tenang namun penuh kedalaman pesan.
Pada momen itu, Bung Hatta menyampaikan bahwa Indonesia akan membutuhkan banyak pembangkit listrik dan insinyur-insinyur listrik untuk membangun masa depan. “Satu pesan sederhana tersebut membuat seluruh anak-anak di daerah itu bercita-cita menjadi insinyur listrik,” kata Anies dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya seperti dilihat KBA News, Kamis, 26 Februari 2026.
Pesan Anies: Dulu Tidak Ada Kecurigaan, Sekarang Berbeda
Anies menekankan satu fenomena penting dari cerita itu: ketika Bung Hatta berbicara, tidak ada satu pun masyarakat yang mencurigai motif tersembunyi di balik ucapannya.
“Apa sponsornya kontraktor listriknya? Apa saudaranya punya bisnis listriknya? Apa dia punya kepentingan bikin waduk? Tidak ada yang berpikir begitu,” kata Anies.
Menurutnya, masyarakat dulu mendengar, percaya, dan melaksanakan karena sosok pemimpin memiliki integritas yang tidak diragukan. Kepercayaan rakyat hadir tanpa syarat.
Sebaliknya, di era sekarang, setiap kebijakan atau pernyataan publik kerap dipenuhi prasangka: siapa sponsornya, apa bisnis keluarganya, atau kepentingan apa yang ada di baliknya.
Anies menegaskan bahwa Indonesia perlu mengembalikan budaya saling percaya antara pemimpin dan rakyat. Integritas, menurutnya, bukan hanya soal moral, tetapi juga fondasi pembangunan bangsa. “Ini yang harus dikembalikan lagi di republik ini,” ujarnya. (kba)




