Arsenal Hadapi Bayer Leverkusen di 16 Besar Liga Champions
Sumber Foto: Bola.com
Olahraga

Arsenal Hadapi Bayer Leverkusen di 16 Besar Liga Champions

Fakta Baru - Tantangan Pertama: Bayer Leverkusen

Pada 16 besar, Arsenal akan berhadapan dengan wakil Jerman, Bayer Leverkusen. Klub Bundesliga itu lolos ke fase selanjutnya setelah menundukkan Olympiacos dengan agregat 2-0 pada knockout play-off.

Di atas kertas, Tim Meriam London lebih diunggulkan untuk memetik kemenangan dan menembus perempat final. Namun, kompetisi Eropa kerap menyajikan kejutan, dan Leverkusen jelas bukan lawan yang bisa diremehkan.

Sejauh ini, Arsenal sudah dua kali menghadapi Bayer Leverkusen, yakni di Liga Champions 2001/2002. Dari dua duel tersebut, The Gunners berhasil meraih satu kemenangan dan sekali imbang.

Perempat Final yang Menggiurkan

Jika mampu melewati hadangan Leverkusen, Arsenal berpeluang menghadapi salah satu dari Bodo/Glimt atau Sporting CP pada perempat final.

Sporting tampil solid dengan finis di delapan besar klasemen league phase Liga Champions, sedangkan Bodo/Glimt membuat kejutan besar dengan menyingkirkan raksasa Italia, Inter Milan dengan agregat 5-2.

Meski demikian, peluang Arsenal untuk melangkah ke semifinal terbilang cukup terbuka dengan menghadapi satu di antara Bodo/Glimt atau Sporting CP.

Ancaman di Semifinal: Barcelona hingga Derby Panas

Ujian sesungguhnya bisa datang di semifinal. Empat nama besar menanti di jalur tersebut: Newcastle United, Barcelona, Atletico Madrid, dan rival sekota Tottenham Hotspur.

Newcastle harus melewati Barcelona pada babak 16 besar, misi yang jelas tidak mudah. Sementara itu, duel Atletico kontra Tottenham juga menjanjikan tensi tinggi.

Andai Arsenal melaju hingga empat besar, duel kontra Barcelona atau bahkan derbi panas melawan Tottenham Hotspur di semifinal tentu akan menjadi panggung spektakuler.

Sebagai juara league phase, Arsenal mendapat keuntungan penting: memainkan leg kedua di kandang pada setiap babak gugur. Dukungan publik Emirates Stadium bisa menjadi faktor pembeda saat tekanan mencapai puncaknya.