Batam Siap Bangun Gedung Budaya Sebagai Pusat Seni dan Diplomasi
Sumber Foto: Jawa Pos
Internasional

Batam Siap Bangun Gedung Budaya Sebagai Pusat Seni dan Diplomasi

Fakta Baru - batampos – Pemerintah Kota Batam berencana membangun Gedung Budaya sebagai pusat pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Batam. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi rumah bersama bagi seluruh komunitas seni dan budaya, dengan budaya Melayu tetap menjadi payung utama keberagaman yang tumbuh di kota tersebut.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Gedung Budaya merupakan salah satu komitmen pemerintah pada masa kepemimpinannya untuk memperkuat identitas Batam sebagai kota yang majemuk, namun tetap berakar pada budaya Melayu.

"Insyaallah di era kepemimpinan kami akan lahir Gedung Budaya untuk menegaskan kembali bahwa keberagaman yang ada di Batam berada di bawah payung budaya Melayu. Kalau semua ini bisa diorkestrasi dengan baik, insyaallah akan melahirkan efek diplomasi budaya yang sangat baik dengan negara-negara sahabat," ujar Amsakar saat membuka Kenduri Seni Melayu 2026, Jumat (3/7).

Menurutnya, Gedung Budaya tidak hanya difungsikan sebagai tempat pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas budaya, para seniman, dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu wadah.

Amsakar meyakini penguatan sektor kebudayaan akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata Batam. Berbagai festival budaya, pertunjukan seni, hingga agenda internasional dapat digelar secara lebih representatif sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

"Pada sisi yang lain, keberadaan Gedung Budaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam," katanya.

Ia berharap kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkuat posisi Batam sebagai gerbang Indonesia yang kaya akan budaya Melayu sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya dengan negara-negara serumpun.

DED Sedang Disusun

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pembangunan Gedung Budaya merupakan tindak lanjut dari program prioritas Wali Kota Batam dalam menyediakan ruang berekspresi bagi paguyuban, komunitas seni, dan pelaku budaya.

Saat ini, Disbudpar Batam tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal sebelum pembangunan dimulai.

"Ini merupakan salah satu program yang sangat menyentuh aspek kebudayaan. Saat ini kami sedang menyusun DED untuk Taman Budaya yang nantinya berlokasi di Gedung Beringin. Kami berharap fasilitas ini menjadi rumah besar bagi seluruh paguyuban dan pelaku seni budaya di Kota Batam," ujar Ardiwinata.

Menurutnya, Gedung Beringin yang akan dikembangkan menjadi Taman Budaya menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga sekaligus mengembangkan keberagaman budaya di Batam.

Selama ini, berbagai paguyuban dan komunitas budaya aktif menggelar beragam kegiatan, namun belum memiliki pusat aktivitas budaya yang dapat dimanfaatkan secara bersama dan berkelanjutan.

"Nantinya seluruh paguyuban memiliki tempat untuk menampilkan karya, menggelar pertunjukan, pameran, maupun kegiatan pelestarian budaya. Kami ingin Gedung Beringin menjadi pusat aktivitas budaya yang hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Batam," katanya.