Dari Office Boy Jadi Pengembang, Angga Bangun Hampir 15 Ribu Rumah Subsidi di Bogor
Sumber Foto: InfoPublik
Lifestyle

Dari Office Boy Jadi Pengembang, Angga Bangun Hampir 15 Ribu Rumah Subsidi di Bogor

Bogor, InfoPublik – Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan langsung kisah inspiratif lahirnya pengusaha perumahan dari latar belakang sederhana. Angga Budi Kusuma, yang dulunya hanya bekerja sebagai office boy, kini menjelma menjadi pengembang yang telah membangun belasan ribu unit rumah subsidi untuk rakyat.

Kisah itu mencuat saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memperkenalkan Angga dalam acara Akad Massal 26.000 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci Rumah Subsidi Menyala di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025). “Sekitar tujuh tahun lalu Angga masih bekerja sebagai office boy. Tapi dengan kerja keras, doa, dan kesempatan yang diberikan negara, sekarang ia menjadi pengembang yang mampu membangun ribuan rumah subsidi setiap tahun. Tahun depan targetnya 5.000 rumah,” kata Maruarar Sirait.

Angga Budi Kusuma sendiri mengaku perjalanan itu penuh perjuangan. Bermula dari lahan sempit, ia mendirikan perusahaan Pesona Kahuripan Group yang kini menjadi salah satu pengembang perumahan bersubsidi terbesar di Indonesia. Hingga 2025, perusahaannya telah membangun hampir 15 ribu unit rumah, mendapat penghargaan nasional berturut-turut, dan menyiapkan ekspansi lebih luas tahun depan. “Ini bukti bahwa tidak ada yang mustahil. Dari office boy saya bisa jadi pengusaha, dan semua itu karena keberpihakan pemerintah yang membuka akses usaha di sektor perumahan rakyat,” ujar Angga.

Kisah Angga menjadi contoh nyata bahwa program subsidi perumahan tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga melahirkan wirausahawan baru di sektor properti. Satu rumah subsidi, menurut Maruarar, melibatkan sedikitnya lima tenaga kerja langsung dan mendorong ekosistem usaha mulai dari warung, toko bangunan, hingga transportasi logistik. “Artinya, 350 ribu rumah subsidi tahun ini menggerakkan lebih dari 1,6 juta tenaga kerja. Itulah multiplier effect yang besar bagi ekonomi nasional,” jelas Maruarar.

Ia menambahkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tetap menjaga bunga KPR subsidi tidak naik meski kondisi ekonomi berfluktuasi. Komitmen ini dipandang sebagai keberpihakan nyata negara terhadap rakyat kecil.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan renovasi 400 ribu Rumah Tak Layak Huni (RTLH) pada 2026, naik signifikan dari 50 ribu tahun ini. Program tersebut diharapkan mempercepat pengurangan backlog perumahan yang saat ini mencapai 9,9 juta unit. “Dari sini kita melihat, bukan hanya rumah yang dibangun, tapi juga harapan yang tumbuh. Dari rakyat kecil lahir pengusaha, dari rumah sederhana lahir kehidupan yang lebih layak,” tutup Menteri Maruarar.