Dr. Linh Le Kembangkan Baterai Lithium-Sulfur untuk Kendaraan Listrik
Fakta Baru - Di laboratorium Universitas Stanford, tempat banyak ilmuwan energi terkemuka berada, Dr. Linh Le (lahir tahun 1996) sedang mengejar salah satu tantangan terbesar dalam teknologi baterai. Peneliti pascadoktoral ini adalah anggota proyek di bawah Aliansi Battery500, yang diprakarsai oleh Departemen Energi AS (DOE), sebuah program penelitian terkemuka dunia tentang penyimpanan energi.
Pada tahun 2025, ia menjadi salah satu dari tiga ilmuwan perempuan yang dianugerahi Penghargaan L'Oréal – UNESCO “Untuk Perempuan dalam Sains”. Panel juri sangat mengapresiasi perjalanan penelitian yang gigih dari dokter muda ini, yang secara erat mengintegrasikan pemikiran teoretis dan eksperimental di bidang ilmu material.
Karya Dr. Linh Le berfokus pada ilmu dan rekayasa material, dengan area penelitian utamanya adalah Inovasi Baterai dan Sistem Penyimpanan Energi Tingkat Lanjut. Beberapa hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional seperti Nature Sustainability.
Solusi ilmiah untuk masalah baterai generasi berikutnya.
Dr. Linh Le menyatakan bahwa penelitiannya saat ini berfokus pada perancangan elektrolit cair multifungsi untuk baterai litium-sulfur (Li-S), dengan tujuan mengatasi hambatan teknis kritis dalam sistem baterai ini. Hasil awal dianggap sangat menjanjikan, dan karya ini membuatnya mendapat pujian tinggi dari panel juri, yang mengantarkannya menerima penghargaan bergengsi pada tahun 2025.
Dr. Linh Le (kedua dari kanan) dan dua ilmuwan wanita lainnya menerima Beasiswa Nasional L'Oreal - UNESCO untuk Wanita dalam Sains 2025.
Meskipun kendaraan listrik merevolusi transportasi, sistem baterai lithium-ion tradisional dianggap mendekati batas kemampuannya baik dari segi kepadatan energi maupun biaya produksi. Untuk memungkinkan kendaraan listrik menempuh jarak yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya dan menjadi lebih kompetitif harganya dengan mobil bertenaga bensin, banyak ilmuwan mencari solusi baterai alternatif. Bagi Dr. Linh Le, arah tersebut adalah baterai lithium-sulfur (Li-S).
Dianggap sebagai salah satu baterai generasi mendatang yang paling menjanjikan, baterai litium-sulfur (Li-S) memiliki potensi untuk mencapai kepadatan energi yang jauh lebih tinggi daripada banyak teknologi baterai saat ini, sekaligus memiliki biaya material yang lebih rendah. Namun, pengembangan teknologi ini masih menghadapi dua tantangan signifikan: migrasi polisulfida dan degradasi logam litium selama pengoperasian. Ini juga merupakan alasan utama mengapa baterai Li-S belum dikomersialkan dalam skala besar.
Mungkin Anda juga suka
Proyek penelitian Dr. Linh berfokus pada pengembangan elektrolit cair multifungsi dengan struktur kimia yang dirancang khusus untuk membatasi pelarutan polisulfida sekaligus meningkatkan stabilitas elektroda litium.
Bersamaan dengan studi eksperimental, tim peneliti menggabungkan analisis eksperimental dengan simulasi teoretis untuk mengklarifikasi mekanisme yang meningkatkan kinerja baterai. Berdasarkan hasil yang diperoleh, mereka dapat mengusulkan struktur elektroda dan desain baterai yang lebih sesuai. Tujuan utama dari arah penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas, meningkatkan umur siklus, dan membawa teknologi Li-S lebih dekat ke aplikasi pasar.
Jika dioptimalkan, baterai Li-S dapat mencapai kepadatan energi sekitar 350 Wh/kg, melampaui banyak teknologi baterai saat ini. Selain itu, masa pakai siklus yang lebih lama merupakan faktor penting lainnya yang memungkinkan jenis baterai ini diterapkan secara luas dalam praktik.
Menurut Dr. Linh Le, jika proyek ini mencapai tujuan yang telah ditetapkan, hasil penelitian akan membuka kemungkinan pengembangan sistem baterai berkinerja tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau. Dampak terobosan ini tidak hanya terbatas pada industri kendaraan listrik, tetapi juga berkaitan dengan sistem penyimpanan energi skala besar, yang memainkan peran penting dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan berupaya mencapai tujuan pengurangan emisi.
"Setelah baterai Li-S mencapai stabilitas yang dibutuhkan, teknologi ini dapat membuka babak baru untuk mengintegrasikan solusi energi berkelanjutan dalam skala global," ujar dokter wanita tersebut.
Mengatasi rintangan melalui kemampuan dan semangat.
Perjalanan Dr. Linh Le menuju ilmu material dimulai dengan sebuah kebetulan yang cukup tak terduga. Saat masih menjadi mahasiswa di Kota Ho Chi Minh, ia bertemu dengan seorang profesor yang sangat memengaruhi jalur kariernya di kemudian hari. Guru ini tidak hanya menginspirasi penelitiannya tetapi juga membuka peluang baginya untuk mengakses tren ilmiah baru, terutama di bidang teknologi baterai.
Menurut ilmuwan muda perempuan Linh Le, ilmuwan perempuan akan mengatasi berbagai hambatan melalui kemampuan dan semangat mereka.
Dari wawasan awal tersebut, Dr. Linh secara bertahap menyadari potensi besar ilmu material dan teknologi penyimpanan energi. Orientasi ini memberinya kesempatan untuk belajar dan bekerja di luar negeri, serta berinteraksi dengan banyak ilmuwan terkemuka di bidang kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Semakin dalam ia mendalami penelitiannya, semakin dokter wanita ini menyadari daya tarik unik dari bidang ini. Ia menemukan tantangan ilmiah tersebut kompleks sekaligus indah dengan caranya sendiri, cukup menarik untuk memotivasi pengejarannya dalam jangka panjang. Inilah juga yang membuatnya tetap berdedikasi pada penelitian hingga saat ini.
Mungkin Anda juga suka
Prancis akan mengukir nama 72 cendekiawan wanita terkemuka di Menara Eiffel. Prancis akan menghormati kontribusi perempuan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengukir nama 72 cendekiawan perempuan terkemuka di Menara Eiffel, berdampingan dengan nama 72 cendekiawan laki-laki yang telah diukir lebih dari 130 tahun yang lalu.
Sebagai seorang ilmuwan perempuan yang bekerja di bidang teknik yang sangat eksperimental, Dr. Linh menyatakan bahwa tantangan terbesar terkadang terletak pada masalah kesempatan. Meskipun lingkungan penelitian internasional, seperti di AS, umumnya cukup terbuka dan adil, bias kecil masih ada di bidang sains dan teknik, yang berarti perempuan tidak selalu diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki.
Selain itu, perempuan seringkali harus menyeimbangkan berbagai peran dalam hidup, mulai dari pekerjaan profesional hingga tanggung jawab keluarga dan pengasuhan anak. Tekanan paralel ini terkadang dapat membuat penyeimbangan kehidupan mereka menjadi lebih sulit.
Namun, menurut Dr. Linh Le, kompetensi profesional, ketekunan, dan kecintaan pada sains dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan ini. Alih-alih berfokus pada keterbatasan, ia memilih untuk melihat peluang yang ditawarkan sains dan terus maju dalam jalur penelitiannya.
"Saya selalu memilih untuk fokus pada peluang yang ditawarkan sains dan terus bergerak maju," ujar Dr. Linh Le.




