Ilmu Sebagai Cahaya Kehidupan: Inspirasi dari Program Mutiara Pagi
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Ilmu Sebagai Cahaya Kehidupan: Inspirasi dari Program Mutiara Pagi

Fakta Baru - Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Program "Mutiara Pagi" yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe kembali memberikan siraman rohani bagi masyarakat luas. Dalam siaran terbaru edisi Senin, 2 Maret 2026 hasil kerja sama dengan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Ustadz Mirza Gunawan hadir sebagai narasumber dengan tema yang sangat mendalam, yakni "Ilmu Sebagai Cahaya Kehidupan."

Dalam tausiahnya, Ustadz Mirza Gunawan menekankan bahwa ilmu bukan sekadar wawasan, melainkan cahaya (nur) yang dianugerahkan Allah SWT untuk menuntun manusia melewati berbagai rintangan hidup. Beliau mengawali penjelasan dengan kisah Imam Syafi'i yang mengadu kepada gurunya, Imam Waki', tentang sulitnya menghafal. Pesan moral dari kisah tersebut adalah bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Ustadz Mirza menjelaskan bahwa ilmu merupakan barometer kemuliaan seseorang. Melalui ilmu, seseorang yang derajatnya rendah dapat diangkat menjadi tinggi oleh Allah SWT. Beliau juga memaparkan filosofi kata "Majelis" yang berarti tempat duduk, di mana orang-orang yang hadir di dalamnya adalah orang-orang pilihan yang sedang ditinggikan derajatnya karena sedang menjemput ilmu.

Selain itu, Usadz Miza juga merangkum kisah inspiratif dari sahabat Abdullah bin Abbas yang sangat gigih mempelajari tata cara ibadah langsung dari Rasulullah SAW sejak usia muda. Tak ketinggalan, kisah Ibnu Hajar al-Asqalani yang terinspirasi dari tetesan air yang mampu melubangi batu, menjadi pengingat bahwa ketekunan dalam belajar akan membuahkan hasil yang luar biasa.

Melalui program Mutiara Pagi ini, diharapkan masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya dapat terus termotivasi untuk menuntut ilmu. Dengan bekal ilmu yang benar, setiap masalah kehidupan diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat dan berkah.