Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Fakta Baru - Studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research mengungkapkan bahwa kehidupan di Bumi, khususnya vegetasi kompleks, dapat bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya, dengan prediksi bahwa proses kehilangan lautan akan terjadi dalam waktu sekitar 2 miliar tahun.
Awal Kejadian
Pada tahun 1982, James Lovelock dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa biosfer fotosintetik Bumi akan berakhir dalam waktu sekitar 100 juta tahun. Namun, studi-studi selanjutnya menunjukkan pergeseran jangka waktu ini lebih jauh ke belakang.
Perkembangan
Model iklim tiga dimensi yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Matahari semakin panas dan terang, tumbuhan dapat bertahan hampir hingga titik di mana Bumi kehilangan semua lautannya. Jacob Haqq-Misra, salah satu peneliti, menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan ketahanan lebih besar dari kehidupan kompleks dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
Kondisi Terakhir
Robert Graham, seorang ilmuwan planet dari Universitas Chicago, mengapresiasi penelitian ini sebagai kemajuan dari model yang lebih sederhana. Ia menilai bahwa mekanisme penyimpanan CO2 dalam batuan telah membantu mempertahankan kondisi yang sesuai di permukaan Bumi selama 4 miliar tahun terakhir, menunjukkan bahwa biosfer kompleks seperti Bumi mungkin lebih tahan terhadap perubahan akibat pemanasan bintang.




