Industri Pengolahan Masih Tumbuh, 19 Subsektor Berada dalam Fase Ekspansi
Fakta Baru - DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kinerja industri pengolahan nasional tetap menunjukkan daya tahan pada awal 2026. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 tercatat sebesar 54,02 atau masih berada di level ekspansi.
Meski turun tipis 0,10 poin dibanding Januari 2026, capaian ini lebih tinggi 0,87 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi level tertinggi kedua sejak pertama kali dirilis pada November 2022.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, mayoritas subsektor industri masih tumbuh. Dari 23 subsektor yang disurvei, sebanyak 19 subsektor berada pada fase ekspansi dan berkontribusi 92,9% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
Menurutnya, ekspansi tersebut didorong peningkatan permintaan dari sejumlah sektor seperti makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki. Kenaikan penjualan sepeda motor pada Januari 2026 yang mencapai 577.763 unit atau tumbuh 3,11% secara tahunan turut menopang kinerja industri alat angkutan.
“Dengan demikian, terdapat indikasi kuat bahwa kenaikan permintaan tersebut lebih banyak dipenuhi oleh produk impor,” kata Febri.
Sementara itu, empat subsektor yang mengalami kontraksi meliputi industri kayu dan turunannya, industri barang galian non logam, industri komputer dan elektronik, serta reparasi dan pemasangan mesin. Sekretaris Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Sri Bimo Pratomo menjelaskan, kontraksi barang galian non logam dipicu turunnya permintaan proyek pemerintah di awal tahun anggaran dan periode Ramadan.
“Kemungkinan besar proyek-proyek akan mulai berjalan setelah lebaran,” ujarnya.




