Inovasi Teknologi Offshore oleh Arcandra Tahar diakui Secara Global
Jakarta, Aktual.com - Arcandra Tahar, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, dikenal sebagai sosok inovatif dalam bidang minyak dan gas offshore. Dalam sebuah acara di Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta, Prahoro Nurtjahyo, Vice President Operation and Managing Consultant dari Petroneering di Houston, Texas, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa Arcandra telah mengembangkan sejumlah penemuan yang diakui di dunia internasional.
Menurut Prahoro, saat ini Arcandra memiliki dua paten yang masih dalam proses dan tiga paten lainnya yang telah disetujui, salah satunya adalah McT (Multi Column TLP). Teknologi McT merupakan gabungan dari dua jenis struktur offshore yang telah digunakan secara luas, yaitu Tension Leg Platform (TLP) dan Spar. TLP banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti Shell dan Chevron, sementara Spar umumnya dipasang di Teluk Meksiko dengan satu instalasi di Murphy Kikeh field, Malaysia.
Kelebihan dari teknologi yang diperkenalkan oleh Arcandra, menurut Prahoro, adalah kemampuannya untuk berpindah lokasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sumber daya, berbeda dari instalasi konvensional. Selain itu, struktur ini juga fleksibel dalam menghadapi bencana alam seperti badai dan gempa bumi.
"McT adalah salah satu temuan terbaik dari Arcandra untuk menghadapi tantangan dalam dunia migas offshore marginal," ujar Prahoro. Ia menambahkan bahwa tanpa inovasi seperti ini, Indonesia akan kesulitan dalam mengeksplorasi potensi migas di ladang-ladang marginal yang ada saat ini. Dengan teknologi McT, diharapkan industri migas offshore di Indonesia dapat menjadi lebih efisien dengan usaha yang minimal.
Prahoro juga menekankan pentingnya pemahaman tentang cara mengakses cadangan migas yang ada di Indonesia, bukan sekadar mengetahui lokasi-lokasinya. Mayoritas paten dalam pengembangan teknologi offshore deepwater saat ini dimiliki oleh Ed Horton dan Lyle Finn untuk Compliant Tower, yang juga menjadi mentor bagi Arcandra selama mereka bekerja di Amerika Serikat.
Teknologi McT, yang pertama kali diajukan pada tahun 2013, telah digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui Lockheed Martin untuk mengembangkan konversi energi thermal laut berkapasitas 100 MW bekerja sama dengan pemerintah Tiongkok.
Prahoro menekankan bahwa ketidakmauan untuk menerima teknologi baru dapat menyebabkan negara lain mengambil alih inovasi tersebut. Ia menganggap Arcandra sebagai salah satu sosok jenius yang pernah ia temui, sebanding dengan BJ Habibie.




