Iran Serahkan Proposal Nuklir ke AS Menjelang Perundingan di Jenewa
SABACIREBON - Pemerintah Iran menyerahkan sebuah rancangan proposal kepada Amerika Serikat menjelang putaran ketiga perundingan nuklir di Jenewa. Proposal tersebut disebut sebagai ujian atas kesungguhan Washington dalam menempuh jalur diplomasi.
Menurut laporan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), dokumen itu disampaikan melalui mediasi Oman. Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Kedutaan Besar Oman di Jenewa, Swiss, yang kembali menjadi lokasi dialog tidak langsung antara kedua negara.
IRNA menilai, apabila proposal tersebut ditolak, maka hal itu akan memperkuat anggapan bahwa komitmen diplomatik AS tidak sepenuhnya tulus. Meski demikian, rincian isi dokumen tidak dipublikasikan ke publik.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tiba di Jenewa didampingi jajaran pejabat senior, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri Majid Takht-Ravanchi serta tim pakar di bidang nuklir, hukum, dan ekonomi.
Ia terlebih dahulu menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, guna mematangkan kerangka negosiasi dan menyelaraskan substansi proposal.
Araghchi menekankan bahwa kemajuan dialog sangat bergantung pada keseriusan semua pihak serta konsistensi sikap selama proses perundingan berlangsung. Menurutnya, kesempatan kali ini berpotensi menjadi momentum penting untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif dibanding upaya-upaya sebelumnya.




