Kampoeng Ramadan: Transformasi Masjid Raya Bintaro Jaya Menjadi Pusat Kehidupan Spiritual
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Kampoeng Ramadan: Transformasi Masjid Raya Bintaro Jaya Menjadi Pusat Kehidupan Spiritual

Fakta Baru - Setiap Ramadan, langkah kaki saya hampir selalu menuju satu tempat yang sama: Masjid Raya Bintaro Jaya.

Rumah saya berada tidak jauh dari masjid itu. Karena itu, selama bulan suci saya hampir setiap hari berada di sana untuk salat subuh, salat Isya, hingga tarawih. Pada akhir pekan, saya sering berbuka puasa bersama di kawasan masjid.

Dan jika sepuluh malam terakhir Ramadan saya tidak menjalankan i'tikaf di Tanah Suci atau di kota lain, biasanya saya menghabiskannya di sana.

Dalam perjalanan waktu, saya menyaksikan sendiri bagaimana suasana Ramadan di Masjid Raya Bintaro Jaya berubah dari tahun ke tahun.

Kini kawasan itu tidak lagi sekadar masjid yang ramai jamaah, tetapi telah berkembang menjadi sebuah ekosistem Ramadan yang hidup, sebuah "kampung" kecil yang penuh cahaya dan kebersamaan.

Itulah yang kini dikenal sebagai Kampoeng Ramadan MRBJ.

Subuh yang Menenangkan

Ramadan saya biasanya dimulai dari salat subuh di Masjid Raya Bintaro Jaya.

Udara pagi masih terasa dingin. Langit belum sepenuhnya terang. Jamaah datang perlahan dari berbagai arah, ada yang berjalan kaki dari perumahan sekitar, ada yang bersepeda, dan ada pula yang datang dengan kendaraan pribadi.

Saf-saf salat perlahan terisi. Setelah salat selesai, sebagian jamaah tetap duduk untuk mengikuti kajian singkat atau sekadar berbincang santai.

Momen seperti ini selalu terasa menenangkan. Di tengah kehidupan kota yang serba cepat, subuh di masjid menghadirkan jeda yang menyejukkan hati.

Malam Ramadan yang Ramai